Sabtu, 13 Maret 2010

ZAMAN INDONESIA – KUNO

Pada kira-kira th. 78 Masehi : Diperkirakan permulaan Kerajaan dengan nafas Hindu sekaligus merupakan permulaan metode perhitungan Tahun di Jawa.

Abad IV-V : Kerajaan Hindu di Jawa Barat Tarumanegara. Raja : Purnawarman.dengan Ibu kota Jansinga. dan di Jawa Tengah berdiri Kerajaan Kalingga. 414 : Perkunjungan Fa Hien musafir Tionghoa ke Indonesia.

433 dan 435 : Dua kali terjadi perkunjungan utusan Tarumanegara ke Tiongkok. Kira-kira th. 450 M :

Di Kalimantan : kerajaan Muarakaman atau Kutai. Raja-rajanya : Kudungga, Asjwawarman dan Mulawarman. Kira-kira th. 650 M : Di Sumatera berdiri : kerajaan Melayu dan Sriwijaya.. Kira-kira th. 700 M : Kerajaan Melayu runtuh. Sriwijaya berkuasa. Pusat pemerintahan berada di Palembang sekaligus sebagai pusat agama Budha dan ilmu pengetahuan di Sumatra Kira-kira th. 732 M : Wangsa Sanjaya merubah nama Kalingga dengan Mataram. Ia menjadi raja pertama Mataram Hindu. dengan Ibu kota : Medang Kamulan. Masa ini juga merupakan masa pendirian candi-candi Siwa di Gunung Dieng. Kira-kira th. 750-850 M : Sailendra dari Sriwijaya menguasai Jawa Tengah.,juga masa berdirinya candi-candi : Borobudur, Candi Mendut, Candi Kalasan. Kira-kira th. 800 M : Mataram Hindu terdesak. Keluarga Sanjaya menyingkir ke wilayah Jawa Tengah Kira-kira th. 925 M : Jawa Tengah ditinggalkan, di Jawa Timur mulai didirikan kerajaaan-kerajaan (925-1042) Kira-kira th. 929-947 M : Empu Sindok, raja pertama Jawa Timur, pusat : Singasari. 947-990 : Sri Isyana Tunggawijaya, puteri Sindok memerintah. 990-1007 : Pemerintah Darmawangsa.Pada zaman ini diterjemahkan Kitab Mahabarata dari bahasa Sansekerta ke dalam huruf dan bahasa Jawa. 991-992 : Peristiwa Penyerangan Darmawangsa ke Sriwijaya, namun gagal. 1006-1007 : Sriwijaya menuntut balas. Darmawangsa tewas. 1010 : Utusan terdiri dari bupati-bupati meminta pada Airlangga, menantu Darmawangsa untuk mengendalikan pemerintahan. 1019-1041 : Pemerintahan Airlangga berdiri dengan Ibu kota: Kahuripan. Pada zaman ini Empu Kanwa menciptakan : Kitab Arjunawiwaha. 1028-1035 : Airlangga turun tahta. Kerajaan yang dengan susah payah dibagi dua untuk kedua putranya. Jenggala dengan ibu kota Kahuripan,dan Panjalu atau Kediri dengan ibu kota Daha.

Kerajaan Kediri (1042 – 1222)

Terjadilah peperangan antara kedua putra Airlangga untuk merebut hegemoni. Akhirnya Kediri berkuasa. Pengaruhnya sampai ke Indonesai Timur. 1115-1134 : Pemerintahan Kamicwara I. Dalam zamannya Empu Darmaja menjiptakan : Smaradahana. 1135-1157 : Jayabaya,merupakan Raja ,sekaligus dikenal ahli-nujum. Masa ini, Empu Sedah menterjemahkan sebagian Mahabrata: Bratayuda. ada juga Pujangga lain yang hidup yaitu :Empu Panuluh.

1157-1171 : Sarweswara 1171-1181 : Areyyeswara 1181-1185 : Kroncharyadipa 1185-1194 : Karmicwara II 1194-1200 : Sarweswara 1200-1222 : Kertajaya 1222 : Kertajaya dikalahkan oleh Ken Angrok, raja Singasari

1222-1227 : Pemerintahan Ken Angrok bergelar Rajasa, raja pertama Singasari. Pusatnya berada di Tumapel

1227 : Ken Angrok dibunuh oleh anak tirinya Anusapati. 1227-1248 : Pemerintahan Anusapati. 1248 : Tohjaya memerintah. 1248-1268 : Ranggawuni ( Sriwisnuwardana). 1268-1292 : Kertanegara raja terakhir Singasari. 1275 : Ekspedisi ke Melayu. Sriwijaya ditaklukan. 1284 : Ekspedisi ke Bali 1289 : Hubungan Singasari dengan Kubilai Khan, Kaisar Tiongkok, menjadi buruk. 1292 : Serangan atas Singasari oleh Jayakatwang, anak Kertajaya.

Kerajaan Kediri II (1292-1293)

Kerajaan ini tidak lama berdirinya. Berdirinya disertani dengan pemerintahan-bayangan Majapahit yang akan menjelma. Bary saja Jakatwang memerintah, kerajaan telah jatuh ketangan yang lebih berhak : Raden Wijaya, keturunan Ken Angrok 1293 : Angkatan laut Tiongkok dibawah pimpinan Hei Mi, Kan, Hsing dan Hsi Pi berlabuh di Tuban. Maksudnya untuk menghajarKertanegarta yang sudah meninggal. Raden Wijaya memakai kesempatan ini. Pertama kali bersatu dengan pasukan Tiongkok dan bersama-sama menjerang Jayakatwang yang dapat dikalahkan. Raden Wijaya kini balik gagang dan mengusir pasukan Tiongkok.

Kerajaan Majapahit

1293-1309 : Raden Wijaya, dengan gelar Kertarajasa Jayawardana, Radja Majapahit pertama. 1309-1328 : Pemerintah Jayanegara 1328-1350 : Prabu Kenya atau Tribuanatunggadewi memerintah. 1350-1389 : Pemerintahan Hayam Wuruk zaman keemasan Majapahit. Hampir seluruh Indonesia dalam kekuasaan. Buat pertama kali dipakai kata : Nusantara. Pujangga : Empu Prapanca menulis Negarakertagama,Empu Tantular : Arjunawijaya Sutasoma

1364 : Gajah Mada, perdana menteri utama Majapahit, meninggal, setelah lebih kurang 33 tahun memegang jabatan Patih 1389-1400 : Pemerintahan pertama Wikramawardana

1429-1447 : Pemerintahan kedua Suhita 1447-1451 : Pemerintahan Bre Tumapel 1437 : Kediri memerdekakan diri dari Majapahit 1478 : Rja Kediri, Giridrawardana mengusir raja-raja keturunan Raden Wijaya 1520 : Kejatuhan Majapahit seluruhnya. Tamatlah riwayatraja-raja keturunan Ken Angrok

Jawa Barat

1030 : Berdirinya kerajaan nafas hindu : Sunda dengan rajanya Sri Jayabupati.

1190 : Kerajaan Galuh dengan rajanya Ratu Pusaka

1333 : Kerajaan Pajajaran, dengan ibu kota Pakuan. Rajanya Ratu Purnama

Kerajaan Kutai di Kalimantan timur tahun 400 M (Kerajaan Hindu) Raja yang pertama : Kudungga Raja yang terkenal : Mulawarman

Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat tahun 500 M (Kerajaan Hindu) Raja yang terkenal : Purnawarman

Kerajaan Kalingga di Jepara (Jawa Tengah) tahun 640 M (Kerajaan Budha) Raja yang terkenal : Ratu Shima:

Kerajaan Mataram awal Hindu di Jawa Tengah tahun 732 M (Kerajaan Hindu) Raja yang pertama : Sanjaya Raja yang terkenal : Balitung

Kerajaan Sriwijaya di Palembang abad VII (Kerajaan Budha) Raja yang pertama : Sri Jaya Naga Raja yang terkenal : Bala Putra Dewa

Kerajaan Medang di Jawa Timur abad IX (Kerajaan Hindu) Raja yang terkenal : Empu Sendok:

Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur tahun 1073 M (Kerajaan Hindu) Raja yang pertama dan terkenal : Airlangga

Kerajaan Kediri di tepi Sungai Berantas Jawa Timur abad XII M (Kerajaan Hindu) Raja yang pertama : Jaya Warsa Raja yang terkenal : Jaya Baya

Kerajaan Singasari di Jawa Timur tahun 1222 – 1292 Raja yang pertama : Sri Rajasa (Ken Arok) Raja yang terkenal : Kertanegara (Joko Dolok)

Kerajaan Majapahit di Delta Brantas tahun 1293 – 1520 (Kerajaan Hindu) Raja yang pertama : Raden Wijaya Raja yang terkenal : Hayam Wuruk Raja yang terakhir : Brawijaya (Kertabumi) Patih yang terkenal : Gajah Mada

Kerajaan Pajajaran di Priangan (Jawa Barat) tahun 1333 (Kerajaan Hindu) Raja yang terkenal : Sri Baduga Maharaja Raja yang terakhir : Prabu Sedah

Kerajaan Demak di Jawa Tengah tahun 1513 – 1546 (Kerajaan nafas Islam) Raja yang pertama : Raden Patah (Sultan Bintoro) Raja yang terakhir : Sultan Trenggono

Kerajaan Pajang di Surakarta tahun 1568 – 1586 Raja yang pertama : Joko Tingkir (Sultan Hadiwijoyo) Raja yang terakhir : Ario Pangiri

Kerajaan Mataram Islam di Kota Gede (Yogyakarta) abad XVI Raja yang pertama : Suto Wijoyo (Panembahan Senopati) Raja yang terkenal : Sultan Agung

Kerajaan Banten di Jawa Barat tahun 1556 – 1580 (Kerajaan nafas Islam) Raja yang pertama : Hasanuddin Raja yang terkenal : Sultan Ageng Raja yang terakhir : Panembahan Yusuf

Jumat, 12 Maret 2010

Kerajaan Amanuban

Kerajaan Amanuban (Banam) adalah sebuah kerajaan yang terletak di pulau Timor bagian barat, wilayah Indonesia. Di era kemerdekaan Kerajaan Amanuban bersama Kerajaan Molo (Oenam) dan Kerajaan Amanatun (Onam) membentuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (dalam bahasa Belanda disebut Zuid Midden Timor) di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibu kota SoE.
Cikal bakal
Kerajaan Amanuban (Banam) diawali dengan kehadiran Olak Mali leluhur Raja Nope dengan istrinya di Gunung Tunbes. Olak Mali mempunyai pengetahuan, kemampuan dan kekuatan untuk mempengaruhi suku-suku yang berada di Tunbes seperti Nuban, Tenis, Asbanu, Nomnafa untuk mengakuinya sebagai penguasanya. (Norholt,1971).
Dengan kemampuan yang dimiliki oleh Olak Mali dan isterinya mampu meyakinkan kepada suku-suku (tsepe) yang ada di Tunbes yang masih primitif seperti Nuban, Tenis, Asbanu, dan Nubatonis yakni ( Si Nuban yang suka Natoni) bahwa dia (Olak Mali) adalah Penguasa dan Pemimpin Amanuban ( Raja atau Usif). Hal ini dibuktikannya kepada Nubatonis dengan beberapa bukti menanam pohon pisang, menanam tebu, api unggun, memanggil bumi.
Empat kelompok suku yang hidup bermasyarakat di Tunbes bersama para amaf lain kemudian mengukuhkan Olak Mali menjadi Raja Amanuban ( Banam ) sekaligus peristiwa ini merupakan cikal bakal terbentuknya Kerajaan Amanuban. Bukti fisik yang ada hingga saat ini menunjukan kehebatan Olak Mali sebagai Raja Amanuban pertama yang mampu menata kehidupan sosial, kemasyarakatan dan pemukiman masyarakat Tubes secara baik dan teratur. Posisi istana (sonaf) Raja Nope yang berada ditengah dengan pagar batu kokoh sebagai inti (core) yang kemudian dikelilingi dengan pemukiman kelompok suku-suku seperti Tenis, Nuban, Asbanu, Nubatonis, Nomnafa menunjukan bahwa istana (sonaf) raja Nope di Tunbes ini adalah kerajaan Amanuban itu sendiri.
Daerah Tunbes sesuai pembagiannya terdiri dari Mnela OOh ( keempat suku di Tunbes), Kekan ( kawasan lindung), kandang kerbau, Istana (sonaf) dan tempat kuburan raja.Ada empat raja yang dimakamkan di Tunbes.
] Nama Banam - Amanuban
Menurut penelitian dari dr Pieter Middelkop bahwa secara tradisional sehari-hari orang - orang Amanuban dan wilayah Amanuban disebut Banam. Kata Banam atau Banamas digunakan untuk menyebut orang atau masyarakat Amanuban dan juga untuk wilayah Amanuban. Kata Banam terbentuk dari dua suku kata " ba" dan "nam". Ba adalah awalan (prefiks) yang sejajar dengan awalan ber dalam bahasa Indonesia yang berarti mempunyai. Kata Nam dalam bahasa Timor ( uab meto) mempunyai arti merangkak atau merayap. Kata 'nam' atau 'na nam' biasanya digunakan untuk orang yang merangkap ( merayap). Dalam tradisi adat dan adat istiadat Timor termasuk Amanuban maka penduduk atau rakyat Amanuban yang mau bertemu dengan Raja maka bentuk penghormatan mereka kepada Raja sering dengan merangkak atau merayap. Namun sering juga kata Amanuban diidentikan dengan nama salah satu kelompok suku yang ada di kuan tubu Tunbes yang bernama Nuban dengan sebutan Ama atau Am ( Bapak). Sehingga Am Nuban = sebutan atau sapaan bapak kepada Nuban. Ama Nuban = Bapak Nuban. Kata Ama atau Am biasa juga digunakan untuk menyapa atau memanggil orang laki-laki di Timor seperti Ama Asbanu atau Am Asbanu ( Bapak Asbanu), Ama Nomnafa atau Am Nomnafa ( Bapak Nomnafa), Ama Tenis atau Am Tenis ( Bapak Tenis). Sebutan atau panggilan Bapak kepada seseorang tidak serta merta diartikan sebagai Raja atau Usif karena tidak semua bapak itu adalah Raja atau Usif.Banam Tuan = Tuan atau pemimpin nya Banam ( Amanuban ) = Nope ( dipanggil dengan sebutan Nope).
Perkembangan Kerajaan
Dari Tunbes kemudian pusat kerajaan Amanuban di pindahkan ke Pili Besabnao. Perpindahan pusat kekuasaan ini karena sudah terjadi pertambahan penduduk sedangkan luas lahan di Tubes semakin kecil. Surat dari Apolonius Shot tertanggal 5 Juni 1613 menyebutkan bahwa saat VOC melakukan kunjungan dagang ke Timor untuk pembelian cendana maka saat itu sudah ada beberapa Raja kerajaan di Timor yang bisa dan senang diajak bersahabat dan bekerja sama. Williiem Jacobsz dan Melis Andriaz juga telah bertemu dan berbicara langsung dengan Raja Amanuban.
Kerajaan Amanuban tahun 1641 telah memeluk Agama Katolik ditandai dengan kunjungan missi padrie Jacinto de Dominggo namun disayangkan nama baptis mereka tidak dicantumkan dalam daftar nama silsilah raja-raja Amanuban.Bukti prasasti Gereja Katolik di Abi ( Neke) dibangun 1527.
Antonio da Hornay tokoh penting Topas ( Orang Kaesmetan-Portugis Hitam )memerintah di Timor 1664-1695 dan ia kawin dengan putri Amanuban dan Ambenu.De Ornay dan Da Costa merupakan dua tokoh penting yang saling merebut kekuasaan di Timor. Putra Dominggus da Costa III yang bernama Simao da Costa kawin dengan bi Noni Nope.Laporan VOC tahun 1764 menyebutkan bahwa Raja Amanuban dan Amanessi memintah diberi gelar Don ( Schulte Nordholt,1971). Kekejaman Simao Louis diimbangi dengan membagi bagikan tongkat kepada Raja yang tunduk kepada Portugis sebagai tanda pengenal untuk boleh mengumpulkan cendana dan lilin untuk dijual kepada Portugis. Antonio de Ornay kemudian menggantikan Simao Louis sebagai capitao mor di Timor.
Dalam surat Kaiser Sonbai tanggal 23 September 1703 yang dikirim ke Batavia menyebutkan bahwa Sonbai sedang menghadapi masalah dengan Ambenu,Amanuban,Boro, Asem,Mina, Likusaen. Kemudian terjadi pertempuran antara Molo dengan Amakono, Amfoan serta Amanuban dimana dalam pertempuran itu di pihak Amanuban tewas 5000 orang. ( Hans Hagerdal 2004). Batu bertulis ANNO 1709 ( secara jela batu tersebut tertulis DRB dan tulisan ANNO 1709, batu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 31 cm dengan tebal batu 13 cm).
Setahun setelah Perang Penfui dalam dokumen VoC 1750, menyebutkan bahwa Raja pemimpin Amanuban saat itu adalah Don Michel ( Don Migil ) bersama Don Bernando dari Amfoang datanng ke Kupang bersama Kaiser dari Amakono dengan harapan hidup berdamai dengan Belanda. Karena sebelum pecahnya perang Penfui Amanuban bersama Amakono, Sorbian, Amanatun, Amarasi-Amanesi adalah sekutu Portugis dan Topas.
Pada tahun 1756 Raja Amanubang Don Louis II juga ikut menandatangani trakta kontrak Paravicini bersama raja-raja Timor lainnya. Contract Paravicini yang di buat oleh Komisaris Johanies Andreas Pavicini pada 9 Juni 1756 menurut catatan VOC 2941 itu selain di tanda tangani oleh Raja Don Louis juga di tanda tangani oleh Don Bastian fettor dari Amanubang dan ..... temukung dari Amanubang.
Pada tahun 1786 suku Amanuban yang anti Belanda menyerang sonaf Raja Jacobus Albertu dari Amanuban di Kobenu yang letaknya setengah hari perjalanan dari Kupang.Jacobus Albertus pada tengah malam harus menyelamatkan diri bersama dua putranya kemudian menuju tanah tumpah darahnya Amanuban-Banam yang berjarak tiga hari perjalanan. Sepupu Jacobus Albertus yang bernama Tobani diakui sebagai Raja Amanuban.
] Perpindahan ke Niki-niki
Raja Don Louis III kemudian memindahkan pusat kerajaan Amanuban ( Banam) dari Pili Besabnao ke Niki-niki hingga sekarang. Raja Don Louis III bertakhta 1808-1824 dan dikenal sebagai pendiri kota Niki-niki dan menetapkan nama Nope ( awan ) sebagai marga dinasti Nope selanjutnya. Adik dari Raja Don Louis III yakni Tanelab di Babuin dan Taifa di Mei. Raja Baki Nope-Baki Klus mempunyai saudari bi Bia Nope ( Oenino) dan bi Nino Telnoni (Ofu). (Baki Klus).Raja Don Louis III wafat di Niki-niki tahun 1824 dan dimakamkan di Niki-niki, sekarang pemakaman Cina - Son Leu. Bi Lese Nenosae adalah istri dari Raja Don Louis III. (Regeeringsalmanak van Belanda)
Latar belakang perpindahan ke Niki-Niki karena tempat ini sangat strategis untuk pertahanan terhadap serangan musuh dan layak sebagai istana raja. Perkataan Niki-niki berasal dari kata Nik Nik yang berarti menjilat-jilat dan melihat ke belakang.
Raja Sufa Leu
Digambarkan dalam laporan Belanda Raja Sufa Leu sebagai kekuasaan yang berdiri secara kuat bebas dari pengaruh dan tekanan colonial yang memerintah dengan keras saling mencurigai, selalu kuatir dan semua rakyatnya tunduk dan patuh kepadanya dengan rasa hormat dan takut. Setiap rakyat Amanubang yang berhadapan dengan Raja Sufa Leu dilarang keras menentang dan memandang wajah raja ini ( harus menutup mata / na bil ). Raja Sufa Leu pada tanggal 1 Juli 1908 menandatangani Korte Verklaring sebagai landschapen Amanubang dan Koko Sufa Leu sebagai Kaiser Muda Amanubang dan Zanu Nakamnanu.
Setelah Raja Sufa Leu alias Raja Bil Nope gugur sebagai pahlawan dengan membakar dirihnya ( Lan Ai) Oktober 1910 maka diangkatlah adik kandungnya Noni Nope sebagai penggantinya oleh Belanda. Raja Noni Nope sebagai kepala zelf bestuur Amanuban dengan dibantu oleh dua orang fettor yakni fetoor Noe Liu Zanu Nakamnanu ( Noe Nakan) dan Fettor Noe Bunu Boi Isu ( Noe Haen) dengan satu mafefa Tua Isu. Raja Noni Nope menandatangani korte Verklaring Maret 1912.
Menurut Arsip Nasional di Den Hag Belanda tentang Raja-raja Amanuban menyebutkan bahwasannya Raja Baki Nope melahirkan putra sulung bernama Raja Zanu Nope dengan saudaranya Pa'e. Menurut catatan Kruseman tentang Timor menyebutkan Raja Louis Nope baru meninggal di tahun 1824 berusia lanjut dan putranya bertakhta menggantikannya tetapi bertentangan dengan pamannya. Adik kandung dari Hau Sufa Leu gelar Bil Nope ada dua orang laki-laki yaitu Kusa Nope ( Fatu Auni)dan Raja Noni Nope (Neke), dan seorang perempuan bi Natu Nope.
Raja Pae Nope
Raja Pae Nope menggantikan ayahnya Raja Noni Nope sebagai Raja Amanuban 1920. Raja Pae memekarkan dua kefetoran utama Amanuban menjadi tiga kefetoran dengan menambah lagi kefetoran Noe Beba yang dipimpin oleh keluarga Nope sendiri. Pada tahun 1939 Raja Pae Nope memekarkan lagi kefetoran di Amanubang menjadi tujuh kefetoran yakni Noe Bunu, Noe Hombet, Noe Siu, Noe Liu, Noe Muke, Noe Beba, Noe Meto.
Permaisuri dari Raja Pae Nope bernama Ratu bi Siki Nitibani berdiam di istana kerajaan Amanuban (Sonaf Naek) yang melahirkan putera mahkota raja Amanuban Johan Paulus Nope ( 1946-1949) dengan ketiga adiknya yaitu Kusa Nope ( fettor Noe Meto), bi Feti Nope, dan Kela Nope ( juga menjadi fetor Noemeto). Raja Pae Nope juga mempunyai beberapa orang istri seperti bi Fanu Tnunai, Bi Kohe Nitibani ( ibunda dari Raja Kusa Nope), bi Oba Sonbai, bi Tipe Asbanu, bi Oko Tuke, bi Koin Tunu, bi Kohe Babis, bi Bene Boimau, bi Seong Wun. Bi Kohe Nitbani adalah anak dari bi Oki pelayan (ata) tinggal di dalam sonaf Neke. Raja Pae Nope pernah menandatangani korteverklaring pada 21 Pebruari 1923 di Niki-niki.
Raja Johan Paulus Nope ( Leu Nope )
Putra Mahkota Johan Paulus Nope atau RajaLeu Nope menggantikan ayahnya sebagai Raja Amanuban 1946 karena raja Pae Nope sudah berusia lanjut dan tak kuat melaksanakan tugas pemerintahan kerajaan. Raja Johan Paulus Nope juga memiliki banyak istri yakni bi Nino Selan, bi Kohe Nitibani,bi Obe Banamtuan, bi Fenu Selan,bi Muke Tse, bi Liu Tse,bi Sufa Asbanu,bi sabet Abanat, bi Kaes Beti. Raja Leu Nope atau Johan Paulus Nope kemudian dibaptis menjadi Kristen Protestan dan bersama seluruh rakyat Amanuban menjadi penganut agama Protestan. Seluruh rakyat Amanuban sering juga menyebut Raja Leu Nope dengan sebutan-sebutan seperti Usi Anesit ( Raja yang mempunyai kelebihan - kelebihan dalam kalangan bangsawan Nope), Raja berambut panjang ( Usi Nakfunmanu), Usi Tata ( Raja yang juga adalah seorang kakak dalam kalangan keluarga sonaf-istana Amanuban).
Pada tanggal 21 Oktober 1946 Raja-Raja seluruh keresidenan Timor mengadakan sidang = konferensi di Kota Kefamenanu guna membentuk Timor Eiland Federatie atau (gabungan kerajaan afdelling Timor - Dewan Raja-raja Timor). Dalam sidang tersebut, H. A. Koroh (Raja Amarasi) dan A. Nisnoni (Raja Kupang) terpilih masing-masing sebagai ketua dan ketua muda Timor Eiland Federatie.
Raja Amanuban Johan Paulus Nope yang hadir dalam sidang tersebut dari Kerajaan Amanuban. Masih dalam forum yang sama berhasil dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Timor Eiland Federatie Amanuban mendudukan S.L Selan mewakili Kerajaan Amanuban, Ch. Tallo mewakili Kerajaan Amanatun dan T Benufinit mewakilikerajaan Mollo, sebagai DPRD Timor dan Kepulauanya.
Karena faktor kesehatan Raja Johan Paulus Nope yang terganggu maka kontroleur Belanda mengusulkan adiknya Kusa Nope yang baru tamat sekolah praja di Makasar untuk melaksanakan pemerintahan sehari-hari kerajaan sambil menantikan dewasanya Putra Mahkota kerajaan Amanuban anak laki-laki dari Raja Johan Paulus Nope yang bernama Louis Nope dan Mahteos Nino Nope untuk dinobatkan menjadi Raja Amanuban. Raja Pae Nope dan Raja Johan Paulus Nope wafat pada tahun 1959 di Niki-niki.
Kusa Nope kemudian menjadi Kepala Daerah Swapraja Amanuban ( KDS Amanuban). Kusa Nope juga kemudian menjadi Bupati Timor Tengah Selatan pertama. Istri pertama Kusa Nope bernama bi Malo Nitibani dan disusul bi Kina dan bi Sole. Ada tujuh raja Amanuban yang dimakamkan di Son Nain Niki-niki. Kedudukan raja adalah turun temurun, dan putera mahkota berhak menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja. Putra mahkota adalah putra sulung raja yang lahir dari permaisuri.
Raja-raja
Adapun daftar raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Amanuban adalah :
1. Olak Mali.
2. Ol Banu.
3. Bil Banu.
4. Tu Banu.
5. Louis I ( Tunbes).
6. Bill ( Pili).
7. Don Louis II, dimakamkan di Boti.
8. Tubani (1786-1808).
9. Don Louis III. 1808-1824, pusat kerajaan ke Niki-niki, dimakamkan di Pekuburan Cina Niki-niki.
10. Baki Nope / Baki Klus 1824-1862.makam Son Nain
11. Sanu Nope 1862-1870, dimakamkan di Son Nain.
12. Bil Nope - Sufa Leu (1870-1910).
13. Noni Nope (1911-1920).
14. Pae Nope ( 1920-1946).
15. Leu - Johan Paulus Nope ( 1946-1949).
16. Kusa Nope (1950-1958).

Referensi
• Doko,I.H (1973, Nusa Tenggara Timur Dalam Kencah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Masa Baru Bandung.
• H.G.Schulte Nordholt (1971) The Political System of Atoni Timor, The Hague M Nijholff.
• Jacob Wadu, dkk(2003) Sejarah Pemerintahan Kabupaten TTS.Penfui LIPI UNDANA.
• Middelkoop,P (1960) A Timorese Myth and Theree Fabels.KITLV.
• Punuf.Ch (1972) Kerajaan Amanuban Dalam Perkembangan Pemerintahannya. FKG UNDANA.(skripsi serjana muda).
• Parera,A.D.M (1994) Sejarah Pemerintahan Raja-raja Timor. Sinar Harapan.
• Seran.S.T (2007)Sistem Pemerintahan Tradisional di Timor Tengah Selatan.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.UPTD arkeologi Propinsi NTT
• Steven Farram, From Timor Koepang to Timor NTT: The Political History of West Timor 1901-1967.Ph.D.Thesis,Nort
hern Territory University.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Amanuban"
Kategori: Kerajaan di Nusantara | Kerajaan di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 11 Maret 2010

ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA
LEMBAGA KERAJAAN KUTAI MULAWARMAN



DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BERTINDAK ATAS NAMA
PIMPINAN SIDANG MAJELIS KERAPATAN AGUNG
KERAJAAN KUTAI MULAWARMAN


Menimbang : Bahwa Adat Istiadat Warisan Budaya Leluhur yang tumbuh dan berkembang di Indonesia khususnya di Kecamatan Muara Kaman yang berasal dari Adat Istiadat Kerajaan Kutai Martapura Kerajaan tertua Nusantara yang sekarang disebut Kerajaan Kutai Mulawarman Perlu di lestarikan.

Mengingat : Pancasila Dan UUD 45 sebagai pedoman dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesi, maka didalam lembaga ini kami jadikan Azas dan tujuan dalam mencapai cita-cita pembangunan daerah yang berbasis pada Sejarah, Budaya, Seni dan hak-hak kami sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang berdaulat dan merdeka lahir batin.

Menindak Lanjuti Undang-Undang RI No. 22 Tahun 1999 dan Lembaran Negara No. 60 Tahun 1999, Tambahan Lembaran Negara No.3839. Tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ( Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor 104, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Lembaran Negara Nomor : 4421 );
Undang-Undang RI No 25 Tahun 1999 Dan Lembaran Negara No.72 dan No.3848 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat Dan Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587 );
Peraturan Menteri dalam negeri Nomor 5 Tahun 2007, Tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan.
Perda No.13 Tahun 2006 Tentang Lembaga Adat dan Lembaga Kemasyarakatan di Dalam Wilayah Kabupaten Kutai.



Kalpa Nala Beraja & Kalpa Nala Dipura Kerajaan Kutai Mulawarman Yang di Jadikan Pedoman Tata Laksana Adat Istiadat Dan Upacara Adat.
Salinan Peraturan Adat Didalam Akte Notaris Martin Aliunir, SH Di Jakarta No.48 Tanggal 25 Mei 2009 Tentang Pendirian Lembaga Adat Besar Republik Indonesia.
Salinan Akte Notaris Budi Setiawati,SH.M.Kn. Di Jakarta Tanggal, 18 Maret 2009 No. 2 Pendirian Asosiasi Kerajaan Dan Kesultanan Indonesia.
Salinan Akte Notaris Tenggarong Bambang Sudarsono,SH. Akte Lembaga Adat Besar Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara No. 73 Tanggal, 13 Maret 2008 dan SKT Badan Kesbanglinmas Kukar No.220/341/BKBPL-2.3/III/2008 Pendaptaran Organisasi lembaga Adat Besar Kecamatan Muara Kaman.


M E M U T U S K A N

Menetapkan : Pemberlakuan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman serta sebagai Tata Laksana Organisasi Lembaga Kerajaan Didalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Maharaja bermulakan Adat, yang Bermulakan Mupakat yang Berajakan Adat Istiadat yang turun temurun diugu runtut asal dan runtut purus pahujungan, yang meninggalkan purus beradat, betuhing pali di alam longa dunia lembut, odah mengemba tuah mengemba ngarai, membawa perintah turun ke bumi dijagakan kemumulan, penjuntaian dan pengalasan maka maharaja disebut Urang Jenang Urang Sakti Berempu Hak Bersabda dan Berpandita, Bermaklumat dan Bertitah berdasarkan Hak Adat Kerajaan Kutai Mulawarman.

Bilamana Maharaja Mangkat Menghadap Ilahi Tulak Berlayan Bernisan Condong, Mangkat Bersara Dipangku Tanah, Hilanglah Hak Kuasanya Dibumi, Maka Maharaja Musti Diganti dengan Purusnya Turun Nerjuni, Yang Ditilik Oleh Majelis Tinggi Bermupakat Menilai Dan Menilik Budi Pekerti Sebagai Pengganti Yang Telah Menjawat Jabatan Putra Mahkota, Perdana Menteri Atau Mangkubumi Dengan Adat Didaulat di Jenangkan Bepelas Bumi Supaya Mandik Melanggar Tuhing, Melanggar Pali.

Sabda, Panditha, Maklumat, dan Titah Sripaduka Maharaja Adalah Hak Hulayatnya Musti Dijunjung Tinggi Dari Bumi Sampai Ke Langit Tinggi, Haknya Menganugerahi, Menjenangkan Kerabat dan para Pemangku Negeri Bahasanya Maharaja Mandik Kawa Diganti Berhak Penoh Jangan Dikurangi, Dan Jika Maharaja Salah Purusnya Tuha Dapat madahi Dan Purusnya Muda Turun Nerjuni, Maka Maharaja Tuhing Bila Bersipat Hiri Dengki, Membawa Mudarat Hidup Urang Dibumi, Harus Bersipat Tulus Tidak Boleh Meringan Kan Diri, Harus Beradatkan Putus Mupakat Dijunjung Tinggi, Karna Maharaja Petunjuk Negeri, Petunjuk manusia Hidup Dibumi, menjadi Wadah berhimpun Diri, Odah Betedoh, Disiang dan Dimalam hari, Odah Ngadu Nasib Untung Rejeki.


ANGGARAN DASAR
LEMBAGA KERAJAAN KUTAI MULAWARMAN

BAB I
PENDAHULUAN

Pasal, 1.
Tatalaksana Organisasi

Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman adalah Organisasi Kemasyarakatan yang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sesuai Perda Nomor : 13 Tahun 2006. sebagai mana isi Bab III Organisasi Lembaga Adat pasal 3, Lembaga Adat ini diluar organisasi Pemerintah, dan merupakan organisasi kemasyarakatan.

Maharaja Kutai Mulawarman disebut (Dewan Mangku Negeri) adalah pimpinan tertinggi Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman dan, Pemangku Adat serta Mangku Adat di dampingi Dewan Menteri dan Dewan Nala Duta, Dewan Mangkubumi Serta Majelis Lainnya serta para penjawat yang diangkat berdasarkan Sabda Panditha Maharaja Kutai Mulawarman dengan hak-haknya telah di Musyawarahkan dan di Mupakatkan oleh Majelis Kerapatan Agung Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman.

BAB II
P E M B E N T U K A N

Pasal, 2.
Nama Organisasi

Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman pertama kali dibentuk berdasarkan amanat Musyawarah dan Mupakat Majelis Kerapatan Agung pada tanggal, 03 September 2002, dan pada tanggal, 02 Oktober 2005 di Muara Kaman.

Pasal, 3.
Pemerintah Pusat Dan Daerah

Pemerintah Pusat dipimpin Peresiden Sebagai Kepala Negara dan DPR serta MPR Republik Indonesia sebagai Pemegang Hak dan Pemerintahan, dam Daerah Provinsi serta Kabupaten dan Kota adalah Kepala Daerah Otonomi beserta perangkatnya sebagai Badan Eksekutif penyelenggara pemerintahan di Daerah bersama dengan DPR dan DPRD sebagai Badan Legislatif menurut asas desentralisasi.

Pasal, 4.
Bupati Kutai Kartanegara

Bupati Adalah Bupati Kutai Kartanegara yang telah menggariskan kebijakan dengan memberikan dukungan terhadap kelembagaan ini yang bertujuan untuk memperbanyak serta memperkaya chazanah budaya dan memperkokoh ketahanan Nasional melalui perda Nomor 13 tahun 2006 tentang Lembaga Adat dan Lembaga Kemasyarakatan.

Pasal, 5.
Camat Muara Kaman

Kecamatan Muara Kaman adalah wilayah kerja Camat Muara Kaman sebagai perangkat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai Kepala Wilayah tempat berpusatnya organisasi Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman.


Pasal, 6.
Lembaga Adat Besar Kecamatan Muara Kaman

Lembaga adat Besar Kecamatan Muara Kaman adalah Organisasi kemayarakatan dengan wilayah adat dalam kesatuan budaya sebagai penyangga keberadaan adat istiadat di Muara Kaman, maka hal tersebut dituangkan kedalam Perda No. 7 Tahun 2000 tentang Pemberdayaan, Pelestarian, Perlindungan dan Pengembangan Adat Istiadat dan Lembaga Adat dalam wilayah Kabupaten Kutai, dan pada Tgl, 13 Pebruari 2002 sesuai Keputusan Bupati Kutai Kartanegara No. 140/079/PD-III/SK/II/2002, tentang Pengangkatan Kepala Adat Besar / Pemangku Adat Sekretaris dan Pembantu Lembaga Adat Dalam Wilayah Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara. Dan Perda No.13 Tahun 2006 Tentang Lembaga Adat Dan Lembaga Kemasyarakatan.

Pasal, 7.
Kedudukan Pusat Organisasi

Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman, berkedudukan pusat di Muara Kaman dan terdiri dari beberapa Pengurus di setiap daerah dalam wilayah Republik Indonesia sebagai Dewan Nala Duta Kerajaan Kutai Mulawarman se-Nusantara.

Pasal, 8.
Sipat dan Azas Organisasi

Lembaga Kerajaan Kutai Mulawarman yang bersipat Lembaga Adat Istiadat kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang positif diakui keberadaanya di dalam kehidupan masyarakat adat yang ada di Muara Kaman, bernuansa keperibadian nasional tercermin dalam nilai luhur dan berazaskan Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Disyahkan : di Muara Kaman.
Pada tanggal : 05 Agustus 2009.

MAJELIS SIDANG KERAPATAN AGUNG
PIMPINAN SIDANG
MAHARAJA KERAJAAN KUTAI MULAWARMAN





MAHARAJA S.P.A.IANSYAHRECHZA.F.W
SILSILAH KETURUNAN RAJA KUTAI MARTAPURA DI MUARA KAMAN DIMASA TAHUN 1605 INDONESIA MERDEKA DI TAHUN 1945.
YANG DISALIN DARI BEBERAPA MAKALAH : PANEL DISCUSSION SEJARAH KUTAI TAHUN 1972. DAN PENYESUAIAN SUMBER DATA DARI BUKU YANG MEMUAT SEJARAH KUTAI DAN WAWANCARA DENGAN PARA TOKOH ADAT DI MUARA KAMAN.

Silsilah Raja-Raja Di India Yang Menurunkan Raja-Raja Tertua Di Nusantara Indonesia, Berita Bermula Dari Masa Kerajaan Di Maghada Dilembah Sungai Gangga Diperintah Oleh Maharaja Susunaga, Maharaja Bimbisara Dan Maharaja Ajatasatru Berpusat Di Petaliputra Yang Diserang Pasukan Iskandar Zulkarnain Dari Mecedonia Pada Tahun 327 Sebelum Masehi Kemudian Kerajaan Ini Diteruskan Oleh Kerajaan Maurya Dan Kerajaan Gupta Dimasa Akhir Kerajaan Ini Di India Terjadi Kekacauan Karna Diserang Bangsa Huna (Syiung Nu) Kajian Dalam (Sejarah Nasional Dan Umum Kurikulum 1994).

Masa Dinasty Mawiya Dalam Pemerintahan Sri Maharaja Bhrihadrata Di Kerajaan Maghada Beribukota Dipetaliputra Di India Yang Berperang Dengan Mahasenopati Pushwamitra Yang Mendirikan Dinasti Sungga Yang Melahirkan Maharaja Agnimitra Membangun Kota Wisida Dan Keturunanya Bernama Wasuma Mitra Melahirkan, Mitroga Menurunkan Raja-Raja Di Nusantara. Kajian dalam (ulasan mengenai awal saka).

Silsilah Penghulu Negeri Bakulapura Di Kalimantan Yang Mendirikan Kerajaan Kutai Martapura Muara Kaman (Kerajaan Mulawarman) Dan Kerajaan Tarumanegara (Jawa Barat) Dan Kerajaan Sriwidjaya Di Sumatra. Mitroga Melahirkan Atwangga Yang Kawin Dengan Seorang Putri Kakak Dari Permaisuri Danawarman VII (Raja Salakanegara) Dan Melahirkan Maharaja Sri Kundungga (Menjadi Penghulu Bakulapura Di Kalimantan). Dan Maharaja Radjendra Warman Yang Membangun Negara Campa (Kamboja) Adalah Satu Keturunan Pula Dengan Maharaja Sri Kudungga Yang Adalah Mertua Dari Maharaja Aswawarman Yang Mengawini Mahasuri Dewi Gari Putri Maharaja Sri Kundungga.

Maharaja Sri Kundungga (Menjadi Penghulu Bakulapura Di Kalimantan). Memperisteri Anak Puan Serdang (Raja Singkarak) Dimalaya Bernama Puan Gamboh Yang Bergelar Mahasuri Sri Gamboh Dan Melahirkan Anak 5 Orang Kesemuanya Putri Antara Lain ;
1. Putri Mayang Kelungsu.
2. Putri Ragel Mayang.
3. Putri Ragel Kemuning.
4. Putri Mayang Sari.
5. Putri Sri Gari Gelar Mahasuri Dewi Gari.
Mahasuri Dewi Gari Diperisteri Oleh Maharaja Sri Aswawarman Yang Kawin Pula Dengan Dewi Indrami Adik Mahaputri Minawati, Anak Dewawarman Viii Sewaktu Tinggal Diasrama Sebagai Murid Sang Maharesi Jayasingawarman Di Kerajaan Tarumanegara Namun Tidak Memiliki Anak. Mahasuri Dewi Gari Diperisteri oleh Maharaja Sri Aswawarman Melahirkan Anak Antara Lain :
1. Wamseragen Gelar Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa.
2. Wamseteku Gelar Wirawarman Memperisteri Dewi Candika Putri Maharaja Yudhana Putra Maharaja Maladewa Di Medang Jawa Tengah Yang Kawin Dengan Putri Raja Tarumanegara Bernama Dewi Amrawati Dan Melahirkan Anak 2 Orang Yakni 1. Amudrawarman dan 2. Dewi Jwalita Yang Diperisteri Maharaja Purnawarman Raja Taruma Negara.
3. Wamsejenjat Gelar Maharaja Dijayawarman Kawin Dengan Putri Raja Campa Menurunkan Raja Sriwidjaya Bernama Dapunta Hiyang Memerintah Di Sumatra Dalam Tahun 584 M. Catatan Putri Raja Dewawarman VII Yang Melahirkan Putri Spatikarnawa Diperisteri Oleh Dewawarman VIII (Prabu Dhrmawirya Dewawarman Salakabhuwana) Melahirkan Mahaputri Dewi Minawati Gelar Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi Diperisteri Maharesi Dari Wamsa Salankayana Di Bharata Raja Tarumanegara I Gelar Jaya Singawarman Atau Guru Darmapurusa. Yang Melahirkan Purnawarman Raja Tarumanegara II. Adapun Saudara Purnawarman Satu Ibu :1.Mahadewi Harinawarmandewi Bersuami Pedagang Kaya Dibharata. 2.Candrawarman menjadi duta Kerajaan Tarumanegara di Kerajaan Cina. dan adapun adiknya lain ibu antara lain : 1. Sang Gajahwarman Menjadi Duta Kerajaan Tarumanegara Di Sumatra, 2. Sang Padmawarman Duta Kerajaan Tarumanegara Di Srilangka, 3. Sang Barunawarman Menjadi Menteri Panglima Laut Tarumanegara, 4. Sang Sukretawarman Menjadi Hakim Kerajaan Tarumanegara.
Catatan Dewawarman Vii Bersaudara Dengna Gopala Jayengrana Dan Putri Gandhari Lengkaradewi Putra Putri Dari Dewawarman VI Yang Kawin Dengan Putri Dari Bharatanagari, Adapun Dewawarman VII Memperisteri Seorang Bernama Putri Candralocana Melahirkan Aditiyawarman Dan Ke Empat Saudaranya.

Negeri Bakulapuran Disebut Juga Kutanegara Dan Kemudian Bernama Kutai Martapura Di Kenal Dengan Kerajaan Kutai Mulawarman Sekarang Berpusat Di Muara Kaman Dan Seorang Putra Maharaja Sri Acwawarman Yakni Wamseragen Gelar Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa Yang Membangun Istana Didaerah Tepian Batu (Berubus) Tanjung Gelumbang Serta Atas Anugerah Ayahdanya Maharaja Sri Aswawarman Dalam Kurban Agastya Di Kutai Martapura Tepi Sungai Mahakama, Maharaja Sri Mulawarman Diberi Hak Memerintah Dari Tahun (400-446 Masehi), Dan Membangun Pesangrahan Tiang Kayu Besi (Telihan Sepuhun) Di Tanjung Serai Dan Tempat Pemujaan Pure Atau 9 Candi Di Gunung Berubus (Benua Lawas) Maka Sepanjang Sejarah Raja Mulawarman Pernah Melaksanakan Kurban Diantaranya Bahuswarnakam, Waprakswara, Kalpataru, Jiwandana Dan Bahagrata Dengan Bukti Pendirian 7 Buah Perasasti Yupa Dan Pendirian Yoni Serta Tiang Batu Dikenal Dengan Lesung Batu Dan Gerbang Istana Dari Batu Merah Dengan Dua Ekor Patung Bernama Lembu Ngeram Sebagai Lambang Kerajaannya Bermoto Tuah Emba Arai, Dan Dari Semua Bangunan Serta Kurban Ini Menandakan Raja Mulawarman Menjadi Raja Kuat Dan Berkuasa Dan Dialah Raja Pertama Kutai Martapura (Muara Kaman).

Maharaja Sri Wangsawarman Adalah Putra Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa Yang Menjadi Raja Di Muara Kaman Dari Tahun 446-495 Masehi), Yang Menurunkan Raja-Raja Kutai Martapura Antara Lain Maharaja Mahawidjaya Warman Memerintah (495-543 Masehi), Maharaja Gaja Yanawarman Memerintah (543-590 Masehi), Maharaja Wijaya Tungga Warman Memerintah (590-637 Masehi), Maharaja Jaya Tungga Nagawarman Memerintah (637-686 Masehi), Maharaja Nala Singawarman Memerintah (686-736 Masehi), Maharaja Nala Perana Tunggawarman Dewa Memerintah (736-783 Masehi), Maharaja Gadinggawarman Dewa Memerintah (783-832 Masehi), Maharaja Indrawarman Dewa Memerintah (832-879 Masehi), Maharaja Singa Wiramawarman Dewa Memerintah (879-926 Masehi), Maharaja Singa Wargala Warmandewa Memerintah (926-972 Masehi).
MAHARAJA SINGA WARGALAWARMAN Raja Kutai Martapura ke 14 mempunyai Putra antaranya : 1. MAHARAJA CENDRA WARMAN DEWA menjadi Raja ke 15 di Kutai Martapura (Muara Kaman), 2. MAHARAJA DIRAJA JAYAWARMAN menjadi Raja Sriwidjaya Siguntang Mahameru (Sumatra)

MAHARAJA PRABU MULA TUNGGAL DEWA Raja Kutai Martapura (Muara Kaman) ke 16 mempunyai anak antara lain: 1. MAHARAJA NALA INDRA DEWA Raja Kutai Martapura (Muara Kaman) ke17 melahirkan PUTRI AJI BIDARA PUTIH yang Menjadi Ratu ke 18 di Kutai Martapura dengan gelar MAHASURI MAYANG MULAWARNI yang berperang dengan Pangeran dari Cina. 2. MAHAPUTRI NILA PERKASETIAWATI DEWI kawin dengan PRABU WISNU DEWATA MURTI gelar HING GILING WESI Raja Pajajaran di Pakwan (Jawa Barat) dalam tahun 1030.

PUTRI AJI PIDARA PUTIH yang Menjadi Ratu ke 18 di Kutai Martapura dengan gelar MAHARATU MAYANG MULAWARNI yang berperang dengan Pangeran dari Cina, adapun putranya MAHARAJA INDRA MULIA TUNGGAWARMAN DEWA yang Menjadi Rata ke 19 di Kutai Martapura. Yang berputra kan MAHARAJA SRI LANGKA DEWA menjadi Raja Kutai Martapura Dan Saudaranya PANJI SENGIYANG memperisteri PUTRI SURAK (Indu Anjat di Perian) dan membangun Lamin di Juno daerah Batang Lunang serta menjadi Adipati Wilayah di Keham Dalam dan mempunyai Putra bernama SERANDING DIPATI I yang memperisteri PUAN METAM putri Raja Melayu yang bersaudara dengan Petinggi Hulu Dusun BABU JALUMA, dan melahirkan 2 orang anak : 1. AJI SERANDING DIPATI II menjadi Adipati di Indu Anjat melahirkan SINGA JAYA I.(Turunanya Liat Silsilah Adipati Lamin Juno Indu Anjat Perian. 2. AJI PUTRI KARANG MELENU di Peristeri RADEN KUSUMA saudara tiri RADEN WIDJAYA gelar KARTARAJASA JAYA WARDANA Raja dari Kerajaan Majapahit sedangkan RADEN KUSUMA anak LEMBUNTAL putra MAHISA CEMPAKA gelar NARA SINHAMURTI putra MAHISA WONGA TELONG yang adalah anak hasil perkawinan KEN AROK dan KEN DEDES, yang diangkat Batara (Pimpinan Pangkalan Militer di Tanjung Kute) dan oleh karna itu RADEN KUSUMA diberi gelar AJI BATARA AGUNG DEWA SAKTI diangkat menjadi Adipati Wilayah Majapahit dengan jabatan Mangkubumi menguasai wilayah Hulu Dusun,Jahitan Layar dan Tepian Batu. Turunanya Liat dalam Silsilah Raja Kutai Kartanegara.
MAHARAJA GUNA PERANA TUNGGA Raja Kutai Martapura ke 21 mempunyai anak antara lain : 1. TAN RENIQ gelar MAHARAJA WIDJAYA WARMAN menjadi Raja ke-23 di Kerajaan Kutai Martapura di Muara Kaman. 2. MAHAPUTRI INDRA PERWATI DEWI gelar MAHASURI PADUKA SURI alias PUTRI BENGALON diperisteri Adipati Wilayah Kutai Kartanegara bernama AJI BATARA AGUNG PADUKA NIRA.

Adapun MAHARAJA NALA PRADITHA melahirkan MAHARAJA INDRA PARUTHA yang berputrakan antara lain: 1. MAHARAJA DERMASETIYA. 2. MAHARAJA SETIYA GUNA. 3. SETIYA GUNA Menjadi Raja Kutai Martapura Muara Kaman terakhir 4. PANJI WENING PATI yang memperisteri PUTRI CINDURMATA anak Raja Galuh (Jawa). Didalam sejarahnya pemerintahan ini disebut pemerintahan 3 Raja sekalinobat karena yang berperang dengan Kerajaan Kutai Kartanegara maka didalam pemerintahan di Kerajaan Kutai Martapura Dibantu Oleh MAHARAJA SETIYA YUDA dan MAHARAJA SETIYA GUNA serta orang besarnya terdiri dari :
1. PERDANA MENTERI UJUNG NALI.
2. PANGLIMA MENTERI SRI TAMA.
3. MAHAMENTERI PUAN AJANG (Orang dari Negeri Serajang).
4. MENTERI NGABEHI CACU.
5. MANGKUBUMI KI NARANG BAYA.

Setelah Kerajaan Kutai Martapura ditaklukan oleh Kerajaan Kutai Kartanegara, maka wilayahnya menjadi Negari (Keadipatian) pimpinanya di sebut kepala negeri setingkat Mangkubumi adapun yang sempat memerintah menjadi Kepala Negeri di Muara Kaman dari Tahun 1605-1900. diantaranya :

NALA PERANA, menjadi kepala negeri (Adipati Muara Kaman) adalah Putra Mahkota Kerajaan Kutai Martapura anak dari MAHARAJA DERMA SETIYA yang meninggal saat berperang dengan AJI KIJI PATI JAYA PERANA dari Kerajaan Kutai Kartanegra atas bantuan SINGA LENGGAWA (Adipati Indu Anjat) dan seorang Arab bernama SYID MUHAMMAD SULEMAN yang memperisteri anak bangsawan yang berdiam di Sabintulung bernama PUTRI NIRADIAH atas batuan tuan dari Arab ini beliau di Islamkan dan memperisteri seorang saudara dari SAYID MUHAMMAD SULEMAN bernama PUTRI SERIFAH KENCANA yamg melahirkan NALA SINGA (tinggal di Muara Kaman) dan adiknya PATEH RENEQ (tinggal di ketebang siguntung pedalaman Sabintulung) dan NALA SINGGA, menjadi Adipati di Muara Kaman, melahirkan SINGA LENGGAWA yang menjadi Adipati di Indu Anjat kawin dengan DINGIN cucu JENTUI gelar RADEN TUMENGGUNG (Adipati Indu Anjat Perian) yang melahirkan PASANG mertua dari NALA SINGA juga melahirkan SINGA YUDA.
SINGA YUDA, menjadi Adipati di Muara Kaman, melahirkan anak antaranya : 1. MARGA gelar MAHARAJA MARGA NATA KUSUMA diangkat menjadi Adipati di Muara Gelumbang (Muara Bengkal) yang melahirkan PUAN PANJANG alias (TUAN PANJANG) yang melahirkan DAYANG SUNGKA isteri SULTAN AJI MUHAMMAD IDRIS. 2. NALA MARTA diangkat menjadi (Adipati di Muara Kaman) melahirkan anak diantaranya : 1. NALA MAYANG melahirkan anak antara bernama NALA PERANA berputrakan PENDAIK yang melahirkan H. MUSTAFA yang melahirkan DAYANG PURNAMA yang diambil isteri oleh SULTAN AJI MUHAMMAD SULEMAN setelah menjadi Permaisuri ke 4 DAYANG PURNAMA ber gelar RATU PURNAMA. 2. LINGKA gelar NALA PATI menjadi Adipati di Muara Kaman. 3. SINGA MUDA menjadi Kepala Kampung di Sabintulung dan keturunanya tinggal menetap disana. 4. WANGSA MUDA menjadi Kepala Kampong di Menamang dan keturunanya menetap disana. Sedangkan LINGKA gelar NALA PATI menjadi Adipati di Muara Kaman, melahirkan DANDA gelar NALA GUNA menjadi Adipati di Muara Kaman dan melahirkan MAJA gelar NALA RAJA TUHA menjadi Adipati di Muara Kaman, melahirkan SALONG gelar NALA MAYANG, menjadi Adipati di Muara Kaman yang terakhir pada taun 1900, dan bersaudara dengan TAPA.


Silsilah Keturunan Raja
Kerajaan Kutai Martapura Di Muara Kaman

Diera Tahun 1900 Wilayah Muara Kaman Telah Menjadi Distric Hoofd Dalam Wilayah Penjajah Belanda Sedangkan Kepala Wilayahnya Diangkat Dari Kerabat Raja-Raja Dari Kutai Kartanegara Sedangkan Para Kerabat Kerajaan Kutai Di Muara Kaman Hanya Menjadi Kepala Kampung Catatan Keluarga

MAJA GELAR NALA RAJA TUHA bin DANDA gelar NALA GUNA melahirkan : 1. SALONG gelar NALA MAYANG, 2.TAPA, 3. TIRA, 4. SETA, 5. SALAR, 6.DITA, 7. DIRA.

SALONG gelar NALA MAYANG bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan anak 3 orang : 1. BENDUL gelar JAYA KERAMA. (Belum diketahui Keturunanya), 2. KERINCING. 3. SELAT, 4. NAI (Belum diketahui Keturunanya).

TAPA bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan : 1. MOYAH. 2. BUNGGEK. 3. BIYAH alias MANG. 4. ALI.

TIRA bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan : 1. KAMEW. 2. SEMAR. 3. PINDOK.

SETA bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan : 1. KADER. 2. TIDOK. 3. NYOMBET. 4. AMSA.

DITA bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan : UWON. Tidak Ada Saudaranya anak Tunggal.

SALAR bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan : 1. IPIL. 2. MAMAT. 3. YEW 4. KEPANG.

DIRA bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA melahirkan : 1. PANGERAN PERDAH. 2.KOMPAL. 3. LAGOK.

KERINCING bin SALONG gelar NALA MAYANG beristeri TIDOK bin SETA melahirkan : 1. UGENG. 2.SAID. 3. MAS alias SUMIK. 4. ENGKEH, 5. LAMAH, 6. JAMAL.

UGENG bin KERINCING Melahirkan : 1. DULAH bebini GILET. 2. MIAH belaki GEBOK. 3. SALUS bebini SUNOT. 4. KABIK bebini NYONYAH.

SAID bin KERINCING bebini TIJAH alias KOKOH melahirkan : 1. GARIT bebini MUNAH, 2. RA’AH belaki IJAB (Banjar), 3. NYONYAH belaki KABIK bin UGENG, 4. KUNYAK belaki UTAL (Tenggarong), 5. MANSUR bebini SEMI binti RAKA’AT, 6. DA’UT bebini NOR GABAM tidak ada turunan, 7. JUM alias GO bebini ENAH alias TUGING, 8. SULEMAN bebini NENG binti NUDIN, 9. DERON Bebini 2 orang 1. SENAH. 2.IDAR.

MAS alias SUMIK bin KERINCING bebini BIDAH alias ENDOK melahirkan : 1. ALIAH alias TIBUK. belaki GEDON. 2. DUDUI belaki JAMUK. 3. JAPAR bebini JERAH. 4. ASMAEL bebini CEMOT. 5. SIDIK (bujang). 6. DRAHMAN (bujang). 7. ARPAN bebini SIAM. 8. ASON.

IPIL bin SALAR Bebini MOYAH Binti TAPA Melahirkan : 1. TUYAH. 2. SAMSIAH. 3. JUMAT. 4. MASNAH. 5. NDURI.

ALI bin TAPA bebini LUPUS UNGKING (Dayak Modang) Melahirkan : 1. SAIDI alias KO’OI. 2, SOOT. 3. UMON. 4. KIKIK alias NUDIN. 5. CEMOK. 6. UKUK. 7. UNYUT. 8. MANTAN.

UWON bin DITA bin MAJA gelar NALA RAJA TUHA bebini EMEU binti TIRA melahirkan : KIYAH.

EMEU binti TIRA Belaki SELAT bin SALONG melahirkan: 1. RAKA’AT. 2.RAHMAT alias NYUNYUNG 3. ALIP alias BILAL. 3. BIDAH alias ENDOK.


RAKA’AT bin SELAT bebini TUYAH melahirkan : 1. H. ASMA bebini JERA’AH. 2. BADAR bebini SURI. 3. SEMI belaki MASUR bin SAID dan bersuami kan SAHA. 4. GEDON bebini ALIAH alias TIBUK. 5.RABAINAH. 6. JEMARI. 7. CE’EW bebini AJI MURNI binti AJI ASAN, 8. SAPUTRI, 9.MISRA bebini MASURA bin TARIP. 10. DILONG bebini AJI NORIA binti AJI ASAN

Catatan Khusus : RAHMAT alias NYUNYUNG bin SELAT melahirkan : 1. SAIDI. 2.TENGAU bebini MIDAH binti JAPAR (Menamang). 3. TERAH belaki SAMSU (Senambah). 4. MA belaki HENDRI (Jawa). 5. ARSINAH alias NOT. 6. ABDUL bebini BIYAH.

Silsilah keturunan raja kutai martapura di muara kaman bernama kerincing bin salong gelar nala mayang beristeri tidok bin seta melahirkan jamal dan menurunkan A.Iansyahrechza.F gelar Maharaja Srinala Praditha Wangsawarman dan menurunkan Rahmadi.S.Pd gelar Pangeran Sri Nala Wangsa Dipura (mangkubumi kerajaan kutai mulawarman) Raja pemangku adat kerajaan kutai mulawarman pertama tahun 2001 Catatan keluarga sebagai berikut :

1. JAMAL melahirkan DEDONG diperisteri Oleh BONE bin SAMPO sepupu sekali dengan RONGGE gelar SUTA KANAN di Kota Bangun,
2. DEDONG diperisteri Oleh BONE bin SAMPO melahirkan anak antara lain : 1. HAJAH ROHANI. BOMBAY 2. USMAN. 3. BAKRI. 4. BORHAN.B. 5. MASKOER. 6. ANUAR.B. 7. IFAH. 8.MASFAH. 9.IDARIANSYAH PIDOY. 10. ABDUL HAMID.
3. HAJAH ROHANI BOMBAY gelar MAHAPUTRI SRI NILA MARTA DEWI bersuamikan AMER melahirkan : 1. AHMID. 2. JAMLI. 3. ALIANSYAH. 4. HANAFI. 5. SABRAN. 6. RUSDIANA. 7. ASWAR BUENG.
4. USMAN beristeri JUYAH dan TIMAH melahirkan : 1. RUSTINI. 2. MOHDAR. 3. NYOK. 4. JAINAL. 5. IRIANI.
5. BAKRI TODAK beristeri DIOK (Tuana Tuha) melahirkan : 1. KARTINI, 2. SURYADI. 3. ARTINAH. 4. SAPRI gelar PANGERAN SRINALA WANGSA INDRA. 5. RUSNIAH. 6. RATNAWATI gelar MAHAPUTRI MAYANG NILA DEWI. 7.ENDANG, 8. SANIAH.
6. BORHAN IBOR gelar PANGERAN SRINALA NATA KUSUMA beristerikan BADARIAH gelar MAHAPUTRI SRINILA PURNA DEWI melahirkan : 1. SAIDI. 2. SAHRUNI. 3. HADRI. 4. ASTUTY. 5. RAHMADI gelar PANGERAN SRINALA MANGKU NEGARA. 6. MULYADI gelar NI RADEN NALA KUSUMA NEGARA.
7. MASKOER gelar PANGERAN SRINALA PRABU WANGSA WARMAN beristerikan RAKNI gelar MAHASURI SRINILA DEWI GARI melahirkan : 1. SADELI gelar PANGERAN SRINALA WANGSARAGEN. 2. FATHUL gelar PANGERAN SRINALA WANGSAYUDA. 3. INDAR NUR AINI gelar MAHAPUTRI SRINILA KUMALA DEWI. 4. AZIS meninggal. 5. MURAINI gelar PANGERAN SRINALA WANGSA WARMAN. 6. MIRNIWATI gelar MAHAPUTRI SRINILA RATU KUMALA. 7. A.IANSYAHRECHZA.F. gelar MAHARAJA SRINALA PRADITHA WANGSAWARMAN. 8. ILIANSYAH gelar PANGERAN SRINALA WANGSAPERDANA.
8. ANUAR B. gelar PANGERAN SRINALA WANGSAPATI beristerikan MALA melahirkan : 1. MIRNA. 2. USMAN. 3.AGUS. 4. PILIK.
9. IPAH gelar PUTRI NILA WATI bersuamikan DARHAM berputrakan : 1. SAIPUL gelar NI RADEN NALA SAKTI. 2.ARMIAH. 3. AMRUL. 4.KUPAT. 5. GULIK. 6. ADUT. 7. ATENG. 8.JAMHARI. 9.JAILANI. 10.MIAR.
10. MASFAH TIDAK ADA TURUNAN.
11. IDARIANSYAH PIDOY gelar PANGERAN SRINALA WANGSAKELANA beristeri MAMAH (Sunda) melahirkan : 1.MUH.SAPII. 2.SITI FATIMAH. 3. NITA HANDAYANI. 4.JULIANA. 5. MUH.SOPYAN. 6. SINTA.
12. ABDUL HAMID TIDAK ADA TURUNAN.

SILSILAH PETINGGI SUGUK BIN KADER PETINGGI PERTAMA DI DESA SEDULANG MUARA KAMAN
Catatan Yakub Alias Kuyak Gelar Pangeran Nala Indra Kelana (Kepala Adat Desa Sedulang) sebagai berikut :
I. KADER BIN SETA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA KAWIN DENGAN BUNGGEK BIN TAPA BIN MAJA GELAR NALARAJA TUHA MELAHIRKAN ANAK ANTARA LAIN : 1. SUGUK. 2. UKIK.
II. SUGUK BIN KADER BERISTERIKAN REKOS MELAHIRKAN : 1. SIDOT. 2. SEBAM. 3. JADI. 4 MAUN. 5. SARI ALIAS SEREW. 6. CEMA’I. 7. KERAN. 8. TEMOT.
III. UKIK BINTI KADER BERSUAMIKAN BERAHIM ALIAS KESONG BIN PINDOK BIN DIRA BIN MAJA GELAR NALARAJA TUHA MELAHIRKAN : 1. LUYAH. 2. OROK ALIAS TURKI.
IV. SIDOT BINTI SUGUK BERSUAMIKAN BAEN MELAHIRKAN : 1. RIBOT. 2. SIAH. 3. NAH. 4. DAR.
V. SEBAM BINTI SUGUK BERSUAMIKAN MUG MELAHIRKAN : 1. TAMBAL. 2.HAMI.
VI. JADI BIN SUGUK BERISTERIKAN SIAH MELAHIRKAN : 1. DULAH. 2. DERIS. 3. DENAN. 4. MIMING.
VII. MAUN BIN SUGUK BERISTERIKAN PIAH MELAHIRKAN : 1. MISAH. 2. SIAH. 3. CUANG. 4. MISRA. 5. ASNAN. 6.IJUH.
VIII. SARI ALIAS SEREW BIN SUGUK TIDAK DIKETAHUI KETURUNANNYA.
IX. CEMAI BINTI SUGUK BERSUAMIKAN KUYON MELAHIRKAN : 1.RABAK. 2.NOT. 3.MAHAT. 4.ALI. 5.LEMAN. 6.INAP. 7.IJAI. 8.IYOT. 9.TAYOT.
X. KERAN BIN SUGUK MEMPERISTERI BAI BINTI ABEB MELAHIRKAN : 1. YAKUB ALIAS KUYAK GELAR PANGERAN NALA INDRA KELANA (KEPALA ADAT DESA SEDULANG). 2.MAR.
XI. YAKUB ALIAS KUYAK GELAR PANGERAN NALA INDRA KELANA (KEPALA ADAT DESA SEDULANG) BIN KERAN BEBINI SALAMAH BIN JAMRI MELAHIRKAN : 1.DAHLIA. 2.SOPIAN. 3.MASDIAN 4. NUAR. 5. DUAR. 6. LENA. 7.IJEHAR 8.LENI.

SILSILAH MALAY MELAHIRKAN DAYUK BERISTERIKAN LEDOK DAN DO’ONG
I. DAYUK BERISTERIKAN LEDOK MELAHIRKAN : 1. ABD.GALIB, 2. JUMAIN ALIAS PEK, 3. H. BUSTANI ALIAS NENG, 4. OT, 5. MINA.
1. ABD.GALIB BIN DAYUK BEBINI DAYANG SRI WAHYUDA (TENGGARONG), BIN AWANG ACHMAD MELAHIRKAAN : 1. M. CHADARMAWAN.A.Md. 2. IBNU AL-FARISI.SE. 3. YONAL ISKANDAR. 4. ILHAM NUR. 5. GAZALI. 6. ZAIN MUTAQIN.
2. JUMAIN ALIAS PEK BIN DAYUK.BEBINI MARIA MELAHIRKAN : 1.RUSNA. 2. JAPARUDIN. 3. RUSDIANA. 4. FAHRUDIN. 5. RUSDIAH. 6. RAHIDAH. 7. FAUZI RAHMAN.
3. H.BUSTANI ALIAS NENG BEBINI MIOL (MA-BENGKAL) MELAHIRKAN : 1. NANANG. 2. JAMHARI.S.Sos. 3. JULKIPLI JULEK. 4. HJ. ISNA WATI. 5. JONI. 6. HJ.RUSTINA.
4. OT BINTI DAYUK MELAHIRKAN : 1. ABUK. 2. MAYA. 3. IJUL. 4. ARIF. 5. TINAH
5. MINA BELAKI BITOK MELAHIRKAN : 1. SOPIANSYAH. 2. ISKANDAR.S.Sos. 3. MOMONG. 4. ISMANSYAH. 5. RUSDIANNYAH.
- CATATAN : M. CHADARMAWAN.A.Md. BIN ABD.GALIB BEBINI DINA KATARINA (TENGGARONG) MELAHIRKAN : 1. YUSA MAHENDRA. 2. SARA FINA NURISKI.
- IBNU AL-FARISI.SE BIN ABD.GANI BEBINI UUD MELAHIRKAN : ANANDA RISKI.
II. DAYUK BERISTERIKAN DO’ONG MELAHIRKAN : 1. ABD. KARIM, 2. EFFENDY. 3. SAIPUL ANUWAR, 4. MASTIKA, 5.ROBBY CAHYADI.SE.MM, 6. SITOT. 7. ENDON.

SILSILAH ASIM SEPUPU UWON BIN DITA BEBINI EMEU BIN TIRA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA DI MUARA KAMAN ULU
Catatan : Saudara Pangeran Srinalapati Syahrani Wira Jaya (Ketua Majelis Kerapatan Tata Nilai Adat Kerajaan Kutai Mulawarman)

1. ASIM BEBINI KEYOT BERANAK 1. TARIP. 2. HALIJAH/IKOI. 3. UPEK/PEL (BUTA). 4. EMBOL (BUTA).
2. TARIP BIN ASIM BEBINI PERTAMA BERNAMA MAYANG BERANAKAN: 1.TEMAH, 2. SALEH, 3. SAMIN.
3. SEDANGKAN MAYANG BELAKI PERTAMA DENGAN RAJA BERANAKAN : 1. UNUS, 2. CAWA, 3. NALA RAJA, 4.MINOK
4. TARIP BIN ASIM BEBINI KEDUA BERNAMA KIAH BINTI UWON BERSEPUPU SEKALI DENGAN KERINCING BERANAKAN : 1.BIJAH, 2.SENAH, 3.NYOT, 4.BAHRON, 5.SURA, SALMA.
5. UPEK BINTI ASIM TIDAK DIKETAHUI KETURUNANNYA
6. HALIJAH/IKOI BINTI ASIM BELAKI RAHMAN BERANAKAN 1.SAHDAN, 2.NOT, 3.ARBI, 4.EBONG
7. TEMAH BINTI TARIP BELAKI TANJONG BERANAKAN, 1.KERAN, 2.KEDOI, 3.SAAT, 4.HAMSAH/COT. 5.JUYAH
8. UNUS BIN RAJA BEBINI CAHAYA BERANAKAN YAW
9. UNUS BIN RAJA BEBINI EMAH (DIMENAMANG) TIDAK ADA KETURUNAN
10. UNUS BIN RAJA BEBINI EMBONG BERANAKAN 1. AR (LAKI-LAKI), 2.FITRI
11. CAWA BINTI RAJA BELAKI DOMONG BIN RESAT BERANAKAN ALI
12. NALA RAJA BIN RAJA BEBINI REKIAH BINTI ELOK BERANAKAN, 1.AMINAH/NOT, 2.BOR,3.MAS, 4.DERIS
13. MINOK BINTI RAJA BELAKI AMER (BANJAR NEGARA) BERANAKAN 1. PUTTING, 2. ABOK/RABAKYAH, 3.H.MASDA/H.DAR, 4.DI/ARBIAYAH, 5.MASRI/MUNG.
14. AMER (BANJAR NEGARA) BEBINI KEDUA CAHAYA BERANAKAN 1.MANAF, 2.BEN.
15. AMER (BANJAR NEGARA) BEBINI KETIGA UDUNG BINTI UKEK BERANAKAN, 1.ABDUL MUTALIB ALIAS DUL. 2.ABUBAKAR ALIAS ABU, 3.ABOL DI BENUA PUHUN, 4.ING, 5. JOK, 6.ASAN, 7.SAMSUDIN ALIAS SAM, 8.SITI/ALIAS SUTI, 9. NENG
16. BIJAH BINTI TARIP BELAKI SAHDAN BIN RAHMAN BERANAK, 1. AL, 2.UDIN.


SILSILAH KETURUNAN PANGKON CONONG BERDIAM DI DESA MUARA KAMAN ILIR
Catatan Marjum Dan Asan Pudau Kepala Adat Desa Muara Kaman Ilir

1. Merdiah melahirkan : 1.Hamad. 2.Beruang.
2. Conong Melahirkan : 1.Ayub alias Gewal. 2.Hamid. 3.Nanang. 4.Tanjong.
3. Ayub Alias Gewal Bin Conong Melahirkan : 1.Pudau. 2. Gogok. 3. Lempong.
4. Hamid Bin Conong Bebini Kunti Melahirkan : 1.Te’ok. 2.Ijuh.
5. Nanang Bin Conong Melahirkan : 1. Setia. 2.Sani. 3.Yakub. 4.Minah. 5.Usup.
6. Tanjong Bin Conong Melahirkan : 1.Keran. 2.Sa’at. 3.Kedoi. 4.Cot. 5.Juyah.
7. Pudau Bin Ayub alias Gewal Bebini Minah Melahirkan : 1.Sanah. 2. Asan. 3.Tiong. 4.Yot. 5.Tipol. 6.Ung. 7.Berahim. 8.Arsinah. 9.Bah. 10.Nan.
8. Gogok Bin Ayub alias Gewal berdiam di Puan Salib Melahirkan : Bahron.
9. Lempong Bin Ayub alias Gewal tinggal di Long Segar Bebini Dayak tidak diketahui keturunannya.
10. Te’ok Binti Hamid Bin Conong Belaki Utun Melahirkan : 1.Mot. 2.Marjum.
11. Ijuh Bin Hamid Bin Conong Bebini Piah berdiam di Rantau Hempang Beranakan : 1.Serabit. 2.Mastika. 3Miah.
12. Setia Bin Nanang Bin Conong Bebini Dayang Ipot Melahirkan : 1. H. Ramli alias degong. 2. Kodom. 3. Mar. 4.Alul. 5.Maimunah. 6.Pilhardi. 7.Rusli.
13. Sani Bin Nanang Bin Conong tidak diketahui keturunannya.
14. Yakub Bin Nanang Bin Conong Bebini Ijam Melahirkan : 1.Alan. 2.Sopran.
15. Minah Binti Nanang Bin Conong Belaki Lalung melahirkan : 1.Jueng. 2.Cacah.
16. Usup Bin Nanang Bin Conong Bebini Binah Melahirkan : 1.Kuying. 2.Undut.
17. Keran Bin Tanjong Bebini Ar Melahirkan : 1.Duying. 2.Janeng. 3.Dinas.
18. Sa’at Bin Tanjong Bebini Tating Tidak diketahui keturunannya.
19. Kedoy Bin Tanjong Bebini Jeleha Melahirkan: 1.Dar. 2.Bagal. 3.Demong. 4.Suni. 5.Undan. 6.Kartini
20. Cot Binti Tanjong Belaki Awang Gang Melahirkan : 1. Awang Jondo. 2.Dayang As. 3.Awang Undan. 4.Dayang Anot. 5.Dayang Dekolina. 6.Dayang Undut. 7.Awang Andon. 8.Awang Odon. 9.Awang Ardin.
21. Juyah Bin Tanjong Belaki Sidin Melahirkan : 1,.ati. 2.Kartana. 3.Mus. 4.Jueng.
22. Sanah Binti Pudau Belaki Artahanan Usman alias Tu’uk Bin Usman Petinggi Muara Kaman Ilir Melahirkan : 1.Hadri alias Hat. 2.Arjudan. 3.Tepideswandi alias Iping. 4.Ipit
11. Asan Bin Pudau Kepala Adat Desa Muara Kaman Ilir bebini Kemo Binti Buasan

SILSILAH KETURUNAN PANGERAN PERBTASARI DARI BANJARMASIN AMUNTAI BERDIAM DI DESA MUARA KAMAN ILIR
Catatan Rakni Gelar Mahasuri Mayang Seri Gari Ibusuri Kerajaan Kutai Mulawarman Sebagai Berikut :

1. Raun Turunan Pangeran Mas Perbatasari dari Banjar Masin Amuntai Bebini Di Muara Kaman dan melahirkan : 1.Buasan. 2.Buaseh. 3.Sidiq alias Onen. 4.Seman. 5.Japar Sidiq. 6.Esah. 7.Munah. 8.Cidok.
2. Buasan Bin Raun Bebini Sibah Melahirkan : 1.Bidin. 2.Jenait. 3.Badariah Alias Kerempot. 4.Ariah. 5.Hamiah. 6.Mastiah. 7.Kamaliah alias Kemo
- Buaseh Bin Raun Bebini Kepek Berdiam di Muara Kaman Melahirkan: 1.Semoh. 2.Jamrud.
- Buaseh Bebini Jabok Berdiam di Belayan Melahirkan : 1.Anang. 2. Hasanuddin.
- Buaseh Bebini Hj. Cimok Berdiam Di Jakarta Melahirkan: 1.Ruslan. 2.Rusnan.
- catatan Kepek Belaki Nohong melahirkan 1. Haji Ketok dan 2. Rebeng.
3. Sidiq Alias Onen Bin Raun Bebini Inah Alias ila Tidak Ada keturunan.
4. Seman Bin Raun Bebini Ciot di Muara Kaman Melahirkan :Pitah tinggal di Samarinda.
5. Japar Sidiq Bin Raun Bebini Nunah Berdiam di Samarinda Melahirkan : 1.Syahlan. 2.Syahli. 3.Syahril. 4.Ernawati alias Neng. 5.Darnawati.
6. Esah Binti Raun Belaki Bahar Bin Sampo tidak ada keturunan.
7. Munah Binti Raun Belaki Guntar melahirkan : Hamdi Gunawan alias O’ong. Munah Binti Raun Belaki Pitung Bin Salok Melahirkan : 1. Rakni Gelar Mahasuri Mayang Seri Gari, 2.Jumayah alias Mol. 3.Rasidi alias Doy. 4Mulia alias Ung. 5.Asiyah alias As. 6.Ardiansyah alias Dut. 7.Syahrin alias Rin. 8.Jum’ah. 9.Hadijah. 10.Juhariah alias Eng. 11.Juraidah alias Non
8. Cidok Binti Raun Belaki Ngau Melahirkan : 1.Rusni. 2.Masdar alias Day.
9. Bidin Bin Buasan Bebini di Sungai Meriam tidak diketahui turunannya.
10. Jenait Bin Buasan Bebini Seli dari Sabintulung Melahirkan : 1.Kar. 2.Mar. 3.Tuas. 4.Basruni. 5.Purkan.
11. Badariah Alias Kerempot Binti Buasan Belaki Borhan Bone Melahirkan : 1.Saidi. 2.Sahruni. 3.Hadri. 4.Rahmadi.S.Pd. 5.Muliayadi.
12. Ariah Binti Buasan Belaki atara lain :
- Ariah Belaki Salim Bin Mio (Jawa) Meranakan : 1. Jum’ah. 2. Misrani. 3. Asnawati.
- Ariah Belaki Mandong Melahirkan : 1. Donan. 2. Asran. 3. Asrin gelar Raden Nala Nata Negara. 4.Kar.
13. Hamiah Binti Buasan Belaki Simin (Jawa) Melahirkan : Sahral.
14. Mastiah Binti Buasan belaki Mastur alias Bek Melahirkan : 1.Panul. 2.Yani. 3.Ishak. 4.Kandoi. 5.Marni. 6.Mael.
15. Kamaliah Alias Kemo Bin Buaseh Belaki Asan Bin Pudau Kepala Adat Desa Muara Kaman Ilir lihat Keturunan Pangkon Conong.
16. Semoh Bin Buaseh Bebini Epe Binti Alam Melahirkan : 1. O’ot. 2. Sainah. 3. Bu. 4. Lian
17. Jamrud Binti Buaseh Belaki Mat Neh Melahirkan : 1. Salman. 2.Jum’ah.
18. Anang Bin Buaseh tidak diketahui keturunanya di Muara Bengkal.
19. Ruslan Bin Buaseh Tinggal di jakarta tidak diketahui keturunannya.
20. Rusnan Bin Buaseh Tinggal di jakarta tidak diketahui keturunannya.
21. Pitah Bin Seman di samarinda tidak diketahui turunannya.
22. Sahlan Bin Japar Bebini di Malang (Jawa Timur) tidak diketahui turunannya.

SILSILAH PETINGGI TUPAI GELAR MERGO SURO WONGSO BIN KOMPAL SAUDARA PANGERAN PERDAH BIN DIRA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA PETINGGI DESA MUARA KAMAN ILIR
Catatan Khusus Muhammad Halid Deris Gelar Pangeran Sura Wangsa (Adipati Wilayah Kerajaan Kutai Mulawarman Di Samarinda)

1. KOMPAL BIN DIRA BIN MAJA GELAR NALA RAJA TUHA MELAHIRKAN: 1.ENDOK. 2.PETINGGI TUPAI GELAR MERGO SURO WONGSO. 3.MAYANG. (TIDAK ADA KETURUNAN). 4.BOLANG. 5.HAJI LEMBAIK. 6. GINAP. 7.PETINGGI MUHAMMAD DERIS.K. 8. PINDAH.
2. ENDOK BIN KOMPAL BERISTERI ENDON MELAHIRKAN : 1.BIDAH. 2. ASMAEL (Muara Siran). 3. BONGGEL.
3. PETINGGI TUPAI GELAR MERGO SURO WONGSO BIN KOMPAL BERISTERIKAN TASAH MELAHIRKAN: 1.TALIB. 2.SARDIAH. (TIDAK ADA KETURUNAN), 3.HADIJAH. (TIDAK ADA KETURUNAN)4.UDONG.

4. BOLANG BIN KOMPAL BERISTERIKAN HALIMAH MELAHIRKAN :1.NOH. 2. ABU. 3. IJUM.
5. HAJI LEMBAIK BIN KOMPAL BERISTERIKAN HAJAH BADARIAH (BANJAR) MELAHIRKAN : 1.KAMA. 2.NANANG. 3.MUNOT. 4.MIAH. 5.MANSUR (SAMARINDA). 6.AHMID. 7.HADIJAH (RANTAU HEMPANG)
6. GINAP BINTI KOMPAL BERSUAMIKAN SAHA MELAHIRKAN : 1.TOL. 2. NEK. 3. SU’UD.
- CATATAN, SAHA BERISTERIKAN TEK MELAHIRKAN ROHANI.
7. PETINGGI MUHAMMAD DERIS BIN KOMPAL BERISTERIKAN CAHAYA (BANJAR KOTA BANGUN) MELAHIRKAN : ASMAEL.(TENGGARONG), 1.ABAS. (TIDAK ADA KETURUNAN), 2. MUHAMMAD DIN (SAMARINDA). 3. MUHAMMAD HALID DERIS GELAR PANGERAN SURA WANGSA. 4. MUHAMMAD RASIDIE ALIAS EDEW GELAR PANGERAN SURA DIWANGSA (SAMARINDA). 5. HAMSYAH. (SUMATRA). 6. ANA. 7.SYAHRIL. (TIDAK ADA KETURUNAN), 8.SYARIFUDDIN. (TIDAK ADA KETURUNAN). 9. HAJAH SANIAH ALIAS NONG. (TIDAK ADA KETURUNAN)
8. PINDAH BINTI KOMPAL BERSUAMIKAN REBA MELAHIRKAAN : 1.ARBIAH. 2.BAHTIAR ALIAS YOI. 3. AR. 4. NON. 5. DENG.6. MOT.
9. TALIB BIN MERGO SURO WONGSO BERISTERIKAN HADIAH MELAHIRKAN : 1. JUMRI TIDAK ADA TURUNAN. 2. ASNAH.
10. UDONG BINTI MERGO SURO WONGSO BERSUAMIKAN ABDULLAH MELAHIRKAN : 1. HAJAH SABANIAH. 2. SAPI’I. 3. YON (kembar). 4.BENAH. 5. SAPRIL
11. ASMAEL BIN MUHAMMAD DERIS BERISTERIKAN RUDIAH (BUGIS) MELAHIRKAN: 1. BAHRUNI ALIAS YUN. 2. WIDOWATI. 3. HAJI ARTA. 4. H.Ir. ERWIN DJUNAIDI. 5. NANING. 6. TABRANI ALIAS GESEK. 7. RIJAL 8. YANI. 9. SAF’I
12. MUHAMMAD DIN BIN DERIS BERISTERIKAN HAMI BIN SALOK MELAHIRKAN : 1. SUKARNI. 2. SYAIPUL BAHRI. GELAR RADEN MERGO SURA WANGSA. 3.KUK. 4. SUPIAN EFFENDY ALIAS NYINYIK. GELAR RADEN NALA WIRA JAYA. 5. SUPRIADI ALIAS CUCUT. GELAR RADEN NALA MUDA. 6. MADI ALIAS MADET PEREMPUAN. 7. KUS.
13. MUHAMMAD HALID BIN MUHAMMAD DERIS GELAR PANGERAN SURA WANGSA BERISTERI NINGSIH BINTI WALUYO (JAWA) MELAHIRKAN : 1. TAUFIKURAHMAN. 2. HIDAYATURAHMI. 3. MARIATUL KIFTIAH. 4. INDAH LESTARI.
14. MUHAMMAD RASYIDIE GELAR PANGERAN SURA DIWANGSA BIN MUHAMMAD DERIS BERISTERI HADIAH BINTI AMER MELAHIRKAN : 1. SAMSUL BAHRI.SH. 2.RUSDIASNA. MSc. 3.TRI MULIATI.
15. HAMSIAH BINTI MUHAMMAD DERIS BERSUAMIKAN SAID FAISAL BIN AJI BAMBANG HAMID BIN AJI RADEN SERIF NILO PERBONGSO (ARAB KUTAI) MELAHIRKAN : 1. SAID FAIRIL. (SUMATRA) 2. SAID FERLI.(SUMATRA). 3.SAID FERDI GELAR RADEN SERIF (SAMARINDA).
16. ANA BINTI MUHAMMAD DERIS BERSUAMIKAN SULEMAN BIN YUSUF MELAHIRKAN : 1.FITRIANSYAH. 2. OYONG. 3.YUNI.4. EKO. 5.RINI.
PROPAIL MAHARAJA SRINALA PRADTHA ALPIANSYAHRECHZA FACHLEVIE WANGSAWARMAN (MAHARAJA KUTAI MULAWARMAN MUARA KAMAN KALIMANTAN TIMUR) KEPALA ADAT BESAR REPUBLIK INDONESIA DAN PIMPINAN TERTINGGI MAJELIS KERAPATAN AGUNG ADAT NUSANTARA

Sosok pemuda yang disegani lawan dan kawan, serta sering menjadi gunjingan public, bak seorang selebritis dari tanggapan positif sampai hal negatip sering dilemparkan kepadanya. Namun selalu saja membuat orang bertanya siapa Labok nama akrap disapa oleh para teman dan orang yang tidak banyak tau tentang nama aslinya A.Iansyahrechza.F dengan Gelar Maharaja Srinala Pradtha Wangsawarman, beliau anak seorang berdarah bangsawan Kutai Mulawarman, dimana Ayahnya Maskoer anak Dedong keturunan Mulawarman dan Bone keturunan raja Bugis ibunya Rakni anak tertua dari Pitung bin salok yang kawin denga Sarifah Timah asli Kutai beristerikan Munah Bin Raun keturunan Amuntai dari Banjar.

Generasi ke 41 dari Mulawarman ini adalah garis dari turunan Nala Mayang memiliki saudara 5 orang laki-laki 2 orang perempuan pandawa 7 perempuan dan pandawa 5 laki-laki dan memiliki 21 orang keponakan dan 1 orang Isteri bernama Karmila binti H.Abd. Muis dan seorang putra bernama NALA INDRA VACHRUCHA DILAYA.

Pendidikan dan Pelatihan Kursus dan Seminar.

Dalam dunia pendidikan, beliau adalah mahasiswa universitas Sunan Giri Waru Sidoharjo Jawa Timur jurusan Sospol semester IV, sebelumya adalah lulusan SMU tahun 2000 di Samarinda MTs 1989 di Muara Kaman SDN Tahun 1986 di Muara Kaman dan telah mengikuti beberapa kursus diantaranya tahun 1991 Mengikuti Ngadi Saliro dipusat Pendidikan Kecantikan Mustika Ratu di Jakarta, tahun 1992 Pelatihan Smel Engine di BLK Samarinda, tahun 1993 Pelatihan Kader Peyuluh KP-KIA Kader Penyuluh KB di Kec.Muara Kaman, tahun 1993 Mengikuti Pekan Bakti Nasional Karang Taruna se-Indonesia di Kota Bangun tahun 1994 Kirab Remaja se Indonesia di Samarinda, tahun 1994 mengikuti kursus sebagai tenaga akhli kecantikan tradisonal dan modern yang diselenggarakan oleh Sari Ayu Martha Tilaar di Samarinda dan Beaty Class produk Ultima II di Jakarta, tahun 1995 mengikuti pelatihan Ovon Training pengenalan dan pemasaran produk di Samarinda, tahun 1996 mengikuti Lintas Wisata Alam di Tenggarong, tahun 1996 mengikuti kursus computer di Universitas Mulawarman Samarinda, tahun 1997 mengikuti seminar Etika Mode di Sanggar Modeling Titi Qadarsih di Jakarta, tahun 1998 mengikuti Workshop Bidang Seni Tari dengan Intruktur Wiwiek Sipala dari Jakarta, tahun 1999 mengikuti seminar pelurusan sejarah kerajaan kutai yg dilaksanakan oleh Forum Pemerhati Budaya Kaltim di Samarinda, tahun 2000 mengikuti kursus dan seminar manajemen bisnis kepariwisata di Yogyakarta, tahun 2001 mengikuti Seminar Pahlawan Nasional Pengusulan Sultan Aji Muhammad Idris menjadi Pahlawan Nasional di Tenggarong tahun 2002 mengikuti seminar bedah Sejarah Kerajaan Kutai Mulawarman di Samarinda, tahun 2003 Diklat Kader Partai Golkar Tingkat Kab. Di Tenggarong, tahun 2004 mengikuti seminar peluncuran Buku H. Awang Paroek Ishak,Msi dimata para sahabat di Hotel seyiur samarinda tahun 2005 menghadiri seminar BBS Tiens Health Development (M) Sdn.Bhd pertemuan para pengusahawan 180 negara di Kuala Lumpur Malaysia.



Pengalaman Organisasi.

Pengalaman Organisasi dimulai sejak kelas III SD di tahun 1983-1985 sebagai Ketua Perpustakaan SDN 003 Muara Kaman, 1984-1987 Ketua Group Denser Vini Vindi Vici Muara Kaman, 1985-1989, seksi kepemudaan Karang Taruna Muara Kaman Ilir, tahun 1986-1990 Sekretaris Orkes Tingkilan Mulawarman Muara Kaman, 1987-1990 Wakil Ketua Band KTNI Muara Kaman, 1988-1991 Ketua Sanggar Tari Lenggang Pesona Budaya Muara Kaman tahun 1990-1993Ketua Posyandu Sartika Muara Kaman, tahun 1992-1994 Ketua Sanggar Modeling Hasenda Samarinda, 1993-1999 Anggota LPKK Tenggarong, 1996-2000 Ketua Kerukunan Kesejahteraan Keluarga Pemuda Pelajar Muara Kaman di Tenggarong, 1997-2001 Ketua Persatuan Remaja Kreatif Kabupaten Kutai, 1997-2001 Wakil Ketua YPPA’45 Perwakilan Kaltim, 1998- Sekarang Anggota Pimpinan Bakorda Pemuda Golkar Kab.Kutai, tahun 1998-2000 Wakil Sekretaris IPNU Kab.Kutai, 1999-2003.Ketua Forum Kerabat Mulawarman Kabupaten Kutai, Sekretaris PTK antar Waktu Priode 1999-2005 dan organisasi yang masih aktif di jalankan antaranya : Ketua Yayasan Sesepuh Pejuang Kaltim Cab.Kukar Priode 2002-2006. Ketua Yayasan Penerus Pembangun Amanat 45 Cab.Kukar 2003-2007. Pembina Forum Masyarakat Etnis Cab.Kukar Priode 2004-2008. Pembina Yayasan Kutai Martadipura (SMU Martadipura Sedulang), Pembina Yayasan Kedang Daya Pratama (TK Kota Bangun Seberang), Pembina Yayasan Tebangun Sakti (SMP Kota Bangun Seberang), Pembina Yayasan Remaja Kreatif ( Kreatifitas Muda), Ketua Yayasan Bahana Kumala (Penerbitan Media), Sekretaris RAPI Wilayah Kukar Priode 2003-2007. Wk. Sekretaris II KWRI Cab.Kukar Priode 2004-2009. Wk. Ketua MSI Cab.Kukar Priode 2003-2007. Ketua Ormas MKGR Kec.Muara Kaman Priode 2004-2009. Ketua Forum Masyarakat Peduli Gerbang Dayaku Priode 2004-2009. Ketua Tiger Club Atletik Kab.Kukar Priode 2003-2007. Penasehat Persatuan Remaja Kreatif Kab.Kukar Priode 2004-2009. Pembina Media Bahana Kumala Priode 2005-2010. Ketua Forum Kerabat Mulawarman Kukar priode 2003-2007. Ketua Masyarakat Rukun Tani Nelayan Muara Kaman Priode 2003-2007. Pembiana Koprasi Perian Etam Priode 2003-2007. Pembina Koprasi Unit Desa Teratak Priode 2003-2007. Ketua Koprasi Mulawarman Membangun Priode 2004-2009. Pembina Sanggar Tari Bina Budaya Mulawarman Priode 2004-2009. Ketua Harppaku Priode 1998- s/d sekarang. Kepala Adat Besar Kec.Muara Kaman 2001 s/d sekarang. Pemangku Adat Kerajaan Kutai Mulawarman 2001 s/d sekarang. Ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Muara Kaman Priode 2004-2008. Ketua Gerakan Seni Kutai Kartanegara 2004- s/d sekarang.


Perestasi dan Penghargaan: Tahun, 1984 Juara I Lomba Gerak Jalan Sehat Hari Kesehatan Nasional Ke XX di Tenggarong. Tahun, 1985 Mendapat Penghargaan Sgi. Vocal Mars MTQ Dari Panpel MTQ se-Kab.Kutai. Tahun, 1988 Juara I Tari Jepen Erau di Tenggarong, Tahun, 1992 Juara II Asah Terampil Kader Kesehatan dari Puskesmas Muara Kaman. Tahun, 1994 Juara Harapan II Lomba Tatarias Rambut Dan Wajah Trendy94 dari Anton Wijaya. Tahun, 1995 Juara II Putra Lomba Busana Trendy95 Festival Mahakam di Samarinda.Tahun, 1995 Juara II Putra Lomba Tour Mode Trendy Festival Mahakam di Balikpapan. Tahun, 1995 Penghargaan Sebagai Duta EAS”95 di Sabintulung. Tahun, 1995 Juara II Merangkai Bunga Taman se-Kabupaten Kutai Dari DPC Tiara Kusuma. Tahun, 1996 Juara II Busana Muslim Festival Ramadhan di Tenggarong. Tahun, 1997 Juara Harapan I Lomba Busana Muslim Festifal Ramadhan di Tenggarong. Tahun, 1997 Penghargaan Dari Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Paniti Penyelenggara Lomba Penelitian Ilmiah Remaja di Jakarta dalam Penulisan Naskah Sejarah Kebudayaan Kerajaan Kutai. Tahun, 2001Juara II Lomba Cipta Lagu Musik Jalanan Festival seni Kampus Unikarta. Tahun, 2001 Penghargaan Dari Panitia Seminar Nasional sebagai Tim Perumus dan Tim Penulis Pengusulan Sultan Aji Muhammad Idris sebagai Pahlawan Nasional.

Pengalaman Kerja, antaralain Tenaga Honor Kader Kesehatan di Puskesmas Kec.Muara Kaman Tahun 1992-1995. Pegawai PT.Avon Indonseia Cab.Samarinda (Sub.Beauty Traning Pengenalan Produk dan Pemasaran) Tahun 1994-1996. Tenaga Honor dan Pelatih Tari SMIP Kesatuan Samarinda Tahun 1994-1995. Pegawai CV.Aidina Samarinda (Biro Jasa Umum) Tahun 1994-1996. Staf Seklok ORARI Lokal Kutai Tahun 1997-1997. Portir Ass II Pemkab.Kutai Tahun 1996-1997. Staf Rumah Tangga Pendopo Bupati tahun 1997-1999. Penyiar Pengisi Waktu Radio SBK Tenggarong. 1999-2001. Pemangku Adat Kerajaan Kutai Mulawarman Dan Kadat Besar Kecamatan Muara Kaman Dari Tahun 2001/sekarang. Pimpinan Redaksi Media Habar Sida Tahun 2002-2003. Dewan Penasehat Madia Gangga Pos Tahun 2002-2005. Pmpinan Sub Stokis Mahakama Tiensi Tenggarong 2004-2005. Komensaris CV. Maharaja. 2006-sekarang.

Karya Cliping Tulisan Buku Dan Naskah, Cliping Cerita Anak Indonesia Tahun 1992. Cliping Wanita Jangan Takut Tua Tahun 1992. Naskah Acara Erau Sabintulung Tahun 1995. Naskah Lagu Daerah Kaltim Tahun 1996. Buku Memburu Sejarah Kerajaan Kutai Tahun 1996. Buku Naskah Sejarah Kebudayaan Kerajaan Kutai 1997. Cliping Perkembangan Ekonomi Indonesia Tahun Tahun 1998. Cliping Syaukani Membangun Kutai Tahun 1999. Cliping Islam Agamaku Tahun 2000. Penulis Naskah Selayang Pandang Sejarah Kutai dalam Buku Sultan Aji Muhammad Idris Peranannya Dalam Membina Semangat Kepahlawanan Patriotisme Dan Persatuan Bangsa Tahun 2001. Cliping Mode Baju Muslim Gaya Tradisonal dan Modren Tahun 2002. Naskah Perjalanan Suku Dayak Benuaq Tahun 2003. Naskah Ciri Kepemimpinan H. Syaukani,HR Bernuasa Tradisonal Bergaya Modren Tahun 2003.(Dimuat di Media Bahana Kumala Tahun 2005. Naskah Gerbang Dayaku Antara Peluang Dan Tantangan Tahun 1994. Naskah Sejarah Kota Muara Kaman Tahun 2005.

Kiprahnya diberbagai bidang membuat dia banyak meninggalkan kenangan, dan dalam bergaul tidak pernah memilih, simikin atau kaya, pejabat atau orang biasa di matanya manusia paling mulia di hadapan penciptanya maka tidak pernah di merasa minder dalam bergaul dalam kalangan manapun dia pasti dapat menmpatkan posisinya sebagai insane yang sama di mata tuhanya, sehiga dia di senagi kawan dan di segani lawan. Pemuda yang lahir 14-Juli 1974 di Muara Kaman terus menata karya meniti karir politik dan selalu aktip pada kegiatan-kegiatan social dan budaya dibantu oleh saudara-sadaranya antara lain Sadeli, Fathul, Indar Nuraini, Muraini, Mirnawati, Ilianyah.F yang selalu memberikan dukungan dan semangat guna mengabdikan dirinya pada bangsa dan Negara Indonesia.