Minggu, 14 Maret 2010



Erau Muara Kaman Dijadikan Event Upacara Adat dalam Visit Indonesia Year 2008


Dikirim Selasa, 25 November 2008 Oleh andi | Seni dan Budaya
Salah satu prosesi upacara Erau Muara Kaman
Salah satu prosesi upacara Erau Muara Kaman

TENGGARONG- Upacara Adat Kerajaan Kutai Mulawarman (Erau) dilaksanakan setiap tahunnya dikarenakan dengan maraknya perkembangan pesta wisata sehingga mampu mengangkat seni Tradisional yang merupakan tradisi asli budaya daerah yang sudah hampir musnah ditelan jaman, dan digeser oleh seni modern yang lebih menarik minat generasi muda sekarang. Pelaksanaan Erau ini dimulai 23/11 s/d 06 Desember mendatang di Ibukota Kecamatan Muara Kaman Kab. Kutai Kartanegara (Kukar).

Adapun tentang erau muara kaman, upacara adat mulawarman yang di jadikan Event Upacara Adat dalam Visit Indonesia Year 2008, adalah seni, Budaya peninggalan kerajaan Kutai Martadipura ( Kerajaan Tertua di Indonesia ) yang sering disebut kerajaan Kutai Mulawarman, demikian disampaikan oleh ketua pelaksana Erau Muara Kaman Rahmadi.

“Adapun maksud dan tujuan Erau Muara Kaman ini adalah untuk mendukung program pemerintah, khususnya dinas pariwisata dan budaya yang dikemas dalam sebuah event upacara adat dalam rangka menyambut menyambut visit Indonesia year 2008, serta memperingati hari jadi kota mulawarman ke 1658 th, dan HUT Kec. Muara kaman ke 108,” ujarnya.

Ditambahkannya, acara tersebut ditujukan untuk menambah rentetan peta wisata budaya. Kegiatan erau dilaksanakan oleh panitia pelaksanan dari lembaga adat kerajaan Kutai Mulawarman yang didukung oleh Pemkab Kukar dan Seluruh Lapisan Masyarakat Muara kaman.

“Saya harap tampilan acara erau ini mampu menunjukkan dan menjadi peta wisata budaya Kukar”, harapnya.

Lebih lanjut Rahmadi juga mengatakan, selama pelaksanaan Erau itu, berbagai acara adat dilaksanakan diantaranya Upacara Nyahu Mantang Tubing Yang dilaksanakan 7 hari sebelum acara dimulai, Upacara Jamu Benua yang dilaksanakan di tiga tempat yaitu kepala benua di Bukit Martapura, tengah benua di bukit Tanjung Gelumbang, dan Burit Benua di Lebak Pompong. Serta upacara Maharaja Bedudus dan bepelas raga dan pusaka.

Pembukaan Upacara adat Mulawarman dan acara pasar rakyat, upacara adat merangin selama 7 malam, pembacaan Haul dan Jiarah kubur hari ke 6, malam hiburan rakyat dan Umum selama 7 Malam, olahraga tradisional selama 7 Hari, pasar rakyat selama 10 malam.

”Acara penutupan upacara adat Mulawarman dan Pasar Rakyat dengan rangkaian Melaboh Jukut Baong Putih Kesungai Mahakam dan Melaboh Lipan di Danau Lipan seluruh rangkaian acaran ditutup dengan belimbur,” pungkasnya. (HMP 06)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar