Minggu, 14 Maret 2010

Selasa, 25 November 2008 , 12:21:00

LEMBAGA Adat Kerajaan Kutai Mulawarman yang menggelar upacara adat Erau Muara Kaman 2008 dimulai Minggu (23/11) hingga Sabtu (6/12), dipusatkan di ibukota Kecamatan Muara Kaman. Upacara adat yang dilakukan setiap tahun sekali itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat Muara Kaman dan Pemkab Kukar. Pergelaran Erau Muara Kaman ini diharapan mampu menunjukkan dan menjadi peta wisata budaya Kutai Kartanegara.

“Pelaksanaan upacara Adat Erau ini diharapkan mampu mengangkat seni tradisional yang merupakan tradisi asli budaya daerah. Karena tradisi budaya sudah hampir musnah ditelan zaman dan digeser oleh seni modern yang lebih menarik minat generasi muda sekarang,” papar Ketua Pelaksana Erau Muara Kaman 2008, Rahmadi.

Pemkab Kukar berharap agar even Erau Muara Kaman dijadikan salah satu objek untuk Visit Indonesia Year 2008. Karena pesta adat merupakan gambaran dari seni budaya peninggalan kerajaan Kutai Martadipura yang merupakan kerajaan tertua di Indonesia yang sering disebut kerajaan Kutai Mulawarman.

“Erau Muara Kaman ini bertujuan mendukung program pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya yang dikemas dalam sebuah even upacara adat dalam rangka Visit Indonesia Year 2008. Erau juga memperingati hari jadi Kota Mulawarman ke-1658 tahun dan HUT Kecamatan Muara kaman ke-108 yang ditujukan untuk menambah rentetan peta wisata budaya,” jelasnya.

Acara adat dilaksanakan upacara Nyahu Mantang Tubing yang dilaksanakan tujuh hari sebelum acara dimulai. Selanjutnya upacara Jamu Benua yang dilaksanakan di tiga tempat, yaitu pada Kepala Benua di Bukit Martapura, Tengah Benua di Bukit Tanjung Gelumbang, dan Burit Benua di Lebak Pompong Muara Kaman.

Erau Muara Kaman juga menggelar upacara Maharaja Bedudus dan Bepelas Raga dan Pusaka. Pembukaan upacara adat Mulawarman dan acara pasar rakyat berlangsung selama tujuh malam. Pembacaan haul dan ziarah kubur dilakukan hari keeman dan malam hiburan rakyat serta umum selama tujuh malam, lomba olahraga tradisional dilakukan tujuh hari dan pasar rakyat digelar selama 10 malam.

Penutupan upacara adat Mulawarman dan pasar rakyat akan ditandai dengan Melaboh Jukut Baong Putih ke Sungai Mahakam dan Melaboh Lipan di Danau Lipan. Erau juga diakhiri dengan belimbur (bersiraman) yang bakal diikuti seluruh warga Muara Kaman dan pengujung yang datang dari wilayah lain.(hmp06)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar